BAHAGIA ITU BERSYUKUR


 First Question : Sudahkah bersyukur hari ini?

Setiap orang di dunia ini memiliki tingkat kepuasan yang berbeda beda. Beberapa teman saya misalnya, sudah puas ketika telah memiliki rumah dan kendaraan sepeda motor. Namun ada juga teman yang merasa puas jika sudah memiliki mobil, rumah mewah, atau punya villa di puncak. Ada lagi teman yang merasa kaya ketika di tabungannya terdapat saldo 1 juta rupiah. Sementara yang lain meskipun sudah memiliki saldo tabungan besar, deposito, saham, reksadana, atau aset investasi lainnya masih merasa kekurangan.

Sungguh sebenarnya orang yang merasa senantiasa kurang, miskin, tidak beruntung akan sulit merasa bahagia. Dia pun akan menjadi kurang bersemangat menjalani hidup karena terus memikirkan hal hal yang tidak dimilikinya. Hal inilah yang membuatnya jadi pribadi yang kurang bersyukur. Padahal jika ingin berkaca, banyak sekali nikmat yang telah tuhan berikan kepada kita. Jikalau mau memperhatikan lingkungan lebih jauh, ada banyak orang yang bisa jadi tidak seberuntung kita. Tidak perlu meratapi kekurangan karena seharusnya kekurangan tersebut memberikan kita kesempatan untuk berusaha semaksimal mungkin untuk memperolehnya.

Orang orang yang terbiasa bersyukur, tidak akan mudah mengeluh karena meyakini bahwa apa yang diperolehnya dari tuhan, sesuai dengan kerja keras yang dilakukannya. Sementara mereka yang kurang bersyukur mudah menyalahkan orang lain atas kegagalan yang diperolehnya dan mudah merasa dengki atas prestasi orang lain.
Seperti iman, (*kata Guru ngaji saya) bersyukur juga memiliki tiga tingkatan : syukur dalam hati, syukur dalam ucapan, syukur dengan perbuatan. Syukur dalam hati, meyakini bahwa apa yang diperoleh adalah berkat tangan tuhan. Sementara tingkatan tertinggi pada syukur adalah ketika mampu menggunakan nikmat yang tuhan berikan untuk berbagi atau membahagiakan orang lain. Karena orang yang pandai bersyukur tidak mudah terjebak dengan hal hal yang bersifat materialistis sehingga dapat berbagi nikmat dengan banyak orang.

Seperti janji tuhan dalam kitabnya Qs. Ibrahim ayat 7, bahwa Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu . Seharusnya ini membuat kita yakin dapat bersyukur dikala lapang maupun sempit karena tuhan menjanjikan bertambahnya nikmat. Kalau sudah begini, perasaan hati pun menjadi bahagia. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur atas setiap karunianya.


Amin...........

Mari Bersemangat Setiap Hari

Semua orang punya tujuh hari dalam seminggu. Berapa hari yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari kita coba lihat.

1. Senin adalah singkatan dari “Semangat Nan Indah”
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali.
Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa…..
Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?
2. Selasa adalah singkatan dari “Selalu Luar Biasa”
Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum. Hehehe…… ….
3. Rabu adalah singkatan dari “Rasakan bahagia dalam kalbu”
Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Bunda. Bunda”. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Bunda. Bunda” ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.

4. Kamis adalah “Kami Sukses”
Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja……
Bila seseorang berkata kepada kita:”Wah, enak ya kerja disana?” Daripada berkata:”Enak apanya? Biasa saja kok.”, mengapa kita tidak berkata:”Amin. “? Bila seseorang berkata:”Pasti kamu banyak uang.” Daripada berkata:”Ga kok. Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata:”Amin. “. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan? Asyiikkk…. ..


5. Jumat berarti “Juga Amat Hebat”
Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?


6. Sabtu berarti “Saatnya Bersatu”
Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi ank buahnya.
Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencinta bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar. Hayoo……


7. Minggu berarti “Mari ingat berkah seminggu”
Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yangsalah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain.
Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.

"whatever is going on in your mind is what you are attracting."


Just share
Repost form Daily Insight SEIN

Than “hypocrite” imaging

Isn’t saying hello supposed to be nice and easy? Unlike farewell, the welcoming expressions vary in good, and cheerful ways.
Opening myself to reader(s) -if any, is not an easy way. That is, in the first place, the reason of why I always refuse to write in a blog. Twitter updates, Facebook notes, I’ve got heaps. But, to actually write something, ceremoniously, is something I am scared of.
The pressure to be persistent in posting. The urge to be satisfying. The fear of disappointing. The me.
Please, kindly forgive me. It is my baby step. So, hello.
p.s.:


Just in case you wonder.. I’ll write about everything. Literally, everything. This is not a themed-blog. It might be useful or useless, you decide. Bon apetit!

Fallen Apart

Do you remember…
How we met one summer, just as you were going out and I was coming in?
How the next summer we went to the zoo to watch the Hippos yawn? How we laughed at monkeys and people alike?

The summer that we first dealt with death? Your hand that you gave me across your bed and mine. I had taken it and slept holding it.

“Stars don’t cry..” You wiped my tears.

Do you remember how you would come to see me, dirty collars and a dusty cycle? How we would talk sitting beside each other on the brown steps of the neighbor’s house, ignoring the pointed looks of our mothers?

When the next summer we went to the snake house? When you tapped on the glass cage and the tired snake gave us a scornful look. I know we both were a little scared though we pretended otherwise.
I don’t know why we went to strange places.


Do you remember how you confessed your fear of cockroaches to me?

Do you remember how we would long to be alone, away from the curious eyes of a cousin neither of us wanted?

Do you remember that sultry summer when you told me I had changed? 

When you smiled at the changes of my growing body?

I smacked you from behind the chair you sat on, trying to hide my blush. I was glad you noticed it. It really took a painfully long time growing!

Do you remember the silk pashmina I wore for your brother’s wedding?

Managing it was a so damn irritating especially when my eyes kept looking for you. I know you searched for me too. When you finally found me and brought those friends of yours and I saw their mouths droop in disappointment, my lips trembled. But when I saw the way you always looked at me, the green damn pashmina didn’t seem too awful then and I smiled my first smile of that day. 

I always looked best in your eyes.

You remember how you walked away and I never called you back?
I never knew you walked away.
You never knew I called a thousand times.

You were right. Stars don’t cry. But fallen stars do.
#Just a fictional story

Lowongan Kerja Dian Institute




Dian Institute yang bertempat di Surabaya, sidoarjo dan Kediri yang berjalan di bidang Jasa pelatihan dan Konsultan Pendidikan sedang membutuhkan Sumber Daya Manusia yang siap berkerja keras dan mau belajar, serta menambah pengalaman (soft skill).

1.       IK (Instruktur Komputer) Kode IK
Kriteria :
a.       D3/ S1 Segala Jurusan( atau masih kuliah semester akhir)
b.      Max 27 Tahun
c.       Dapat mengoperasikan komputer:
·         Office
·         VB 6 Dan database SQL (bisa buat Program)
·         Desain grafis dan CAD (mendapatkan pelatihan dari DIAN INSTITUTE)
d.      ditempatkan di Surabaya
e.       Jujur, teliti, komunikatif, dan tegas
f.        Bisa bekerja dalam team dan individu
g.       Disediakan tempat tinggal Jika domsili diluar Surabaya
h.      Punya kendaraan Sendiri
i.         Full time (08:00- 16:30)


2.       English teacher ( full time) Kode FT
Kriteria :
a.       D3/ S1 Segala Jurusan( sastra inggris merupakan nilai plus)
b.      Max 27 Tahun
c.       Dapat mengajar sesuai SOP (13:00-21:00)
d.      ditempatkan di surabaya
e.      Jujur, teliti, komunikatif, dan tegas
f.        Toefl atau sejenis Minimal 477
g.       Disediakan tempat tinggal Jika domsili diluar Surabaya
h.      Punya kendaraan Sendiri (nilai plus)

3.       Staf Admin Kode AD
Kriteria :
a.       Min SMK/SMA atau masih Kuliah
b.      Max 27 Tahun
c.       Bisa akuntansi atau pajak (dasar)
d.      Bersedia ditempatkan di Surabaya
e.      Jujur, teliti, komunikatif, dan tegas
f.        Bisa bekerja dalam team dan individu
g.       Disediakan tempat tinggal jika domsili di luar Surabaya
h.      Punya kendaraan roda 2 sendiri
i.         Full time
j.        Bersedia mendapat pelatihan akuntansi dan pajak selama 4 bulan

Surat lamaran lengkap ( lampiran ijazah& KSK,KTP) segera di kirim ke :
DIAN INSTITUTE
Tembok Dukuh 60-i Surabaya 60173

MAX 27 september 2012

UP: HRD
atau
Subject ( kode pekerjaan )
hrddianinstitute@gmail.com

info & pertanyaan +6231-5310914 (SMS) +6285231509977 (jam Kerja)

NB : hanya pelamar yang lolos seleksi yang dipanggil.
        semua pelamar tidak di punggut biaya

Zakat


 
Tak terasa puasa sudah sampai harii ke 20. Itu berarti indahnya bulan ramadhan tinggal menghitung hari. Manfaatkan kesempatan sisa waktu yang ada. Tingkatkan ibadah!!!

Ibadah dapat dilakukan dengan beragam cara sholat, perbanyak zikir, baca Qur’an, berbuat baik terhadap sesama, dan tentu saja Ibadah puasa yang menjadi sebuah keharusan disetiap individu, ibadah puasa ini tidak akan sempurna jika tidak disertai dengan zakat. Selain untuk menjalankan rukun islam, zakat juga merupakan penyempurna puasa. Artinya zakat suatu keharusan yang harus dilakukan oleh setiap individu jika puasanya menjadi sempurna.


Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: “Rasulullah s.a.w memerintahkan agar zakat fitrah ditunaikan sebelum orang ramai keluar untuk mendirikan sembahyang Hari Raya.”

Antara hikmah mengapa Allah SWT memfardhukan rukun ini kepada umat Islam, yang keduanya ialah untuk membersihkan hati kita dari sifat terlalu sayangkan harta. Himpunan harta kekayaan yang banyak sudah tentu akan dalam hati kecil kita perasaan sayang, lebih-lebih lagi bila mengingatkan usaha dan komitmen yang tinggi telah kita korbankan untuk menyimpan harta tersebut.

Hati yang terlalu cinta harta dunia, akan menjadi tidak bermanfaat sekiranya tidak disertai dengan rasa ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebab itu dalam mendidik jiwa dan hati manusia terhadap harta kekayaan, Allah SWT mewajibkan zakat sebagai satu latihan jiwa kepada kita untuk menjauhkan diri dari terlalu menyayangi harta benda. Dan yang lebih buruk di sisi Allah apabila rasa sayang kepada harta ini akhirnya dihinggapi rasa bakhil untuk mengeluarkan zakat dan bersedekah.

Dr. Yusof al-Qaradawi telah menyebut tentang empat ciri-ciri zakat fitrah di dalam kitabnya ‘Mushkilah al-faqr wa kaifa a’lijuha al-Islam’untuk membiasakan kewajiban zakat ini dan zakat harta.

Pertama : zakat fitrah adalah perbuatan yang dilakukan untuk dirinya tidak untuk harta benda.

Kedua : zakat fitrah ini diwajibkan kepada semua lapisan manusia. Rasulullah s.a.w telah mewajibkannya ke atas setiap muslim tanpa mengira sama ada hamba sahaya atau orang merdeka, lelaki atau perempuan dan kaya atau miskin. Zakat fitrah tetap diwajibkan kepada gologan miskin sekiranya mereka memiliki wang yang cukup dan memiliki wang yang cukup untuk keperluan makan minum sekeluarga pada hari raya Aidil Fitri.

Ketiga: zakat fitrah bukan hanya diwajibkan untuk dirinya sahaja, tetapi dia juga perlu membayar zakat fitrah bagi setiap individu yang menjadi tanggungannya.

keempat: ialah Islam telah mengecilkan kadar pembayaran zakat fitrah sebagai satu kemudahan untuk umat Islam menunaikannya.

Rahasia yang kita perolehi daripada ciri-ciri zakat fitrah ini, Allah SWT menghendaki manusia memahami konsep dalam membina hubungan dengan Tuhan, kita juga sebenarnya mempunyai kewajiban yang perlu ditunaikan sesama manusia.

Oleh kerana itulah antara tujuan Allah SWT mewajibkan zakat fitrah untuk semua golongan adalah untuk memberi penjelasan tentang hubungan sesama manusia yang perlu ditunaikan oleh kita. Sebagai manusia kita perlu memuliakan golongan fakir miskin kerana mereka adalah saudara seagama kita dan mudah-mudahan dengan pertolongan kita itu akan dapat membantu mereka untuk sama-sama menyambut kemeriahan Aidul Fitri bersama-sama. Oyi
.

Marhaban ya ramadhan

Alhamdulillah akhirnya jumpa lagi dengan bulan yang mulia ini. #xcited (':
ya Allah, berikanlah kami semua keistiqomahan dalam menjalani ibadah di bulan mulia-Mu ini..
semoga berkah ramadhan ini selalu meliputi kita semua..
mari sucikan hati di bulan nan indah ini
mengawalinya dengan saling memohon maaf dan memaafkan setiap kesalahan yang pernah ada.
happy ramadhan guys..
this is for surabaya residents..
schedule:





PTN atau PTS


Apa kabar blog :p, lamanya kau tak ku jamah, hhheheeehehhheee, :D :p .
Kali ini saya coba sharing dengan teman-teman semua, yang sedang hiruk pikuk milih perguruan tinggi mana yang akan dituju. PTN atau PTS???


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi ajang yang tidak pernah lewat untuk menjadi sorotan setiap tahunnya. Topic macam ini seolah sudah mendarah daging dalam berita pendidikan negara tercinta kita (N.K.R.I). selalu saja ada fenomena yang menarik dibahas setiap tahunnya. Misal saja : (1). Dengan cara apa para calon mahasiswa berjuang untuk lulus SNMPTN? (2). Berapa biaya yang dikeluarkan untuk lulus dalam ujian SNMPTN? (3). Kemanakah mereka akan kuliah usai pengumuman SNMPTN, ke perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS)?

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 

Dalam benak calon mahasiswa (seperti saya dulu),terukir impian untuk meneruskan jenjang pendidikan ke bangku kuliah yang dirasa sesuai dan berbeda oleh masing-masing individu. Tidak sedikit mahasiswa yang suka cita karena diterima di PTN, namun ada juga yang ngelus dada karena gagal dalam seleksi. Kegagalan ini menjadikan PTS sebagai alternative terakhir. Lebih baik menjadi mahasiswa PTS dari pada harus nunggu tahun depan untuk mengikuti tes SNMPTN.

Hal lain yang tertanam dibenak masyarakat adalah dengan kuliah di PTN,maka jalan menuju kesuksesan akan semakin mudah, mandapat pekerjaan yang mudah, sehingga menjadi pekerja dengan salary yang besar pun semakin dekat, dengan masuk PTN akan mudah berhasil seperti makan (goder) yang tidak nyereti. Terlalu naïf jika kita membenarkan pola pikir semacam ini!!! Yang saya ketahui PTN tidak pernah menjanjikan hal itu, hanya masyrakat saja yang berasumsi seperti itu.

Perguruan Tinggai itu bersifat relative, tidak bisa menjadi alat ukur untuk menentukan keberhasilan seorang mahasiswa.
Pertanyaan saya???
Sebenarnya apa peran PTN atau PTS di negara tercinta ini, sebagai ajang bergengsi kah? Atau hanya untuk menjalankan fungsi pendidikan seutuhnya???

/*lihat arti penidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003*/

Ada sebuah blog yang pernah saya baca /*lupa alamat blog*/ menyatakan “N” dari kata PTN adalah “Nilai”, sedangkan “S” dari kata PTS adalah “Setoran”. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang yang beotak encer, sedangkan PTS ditempati para kaum borjuis.
Benarkah demikian???

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “pintar” dan si “bodoh”. Dan masyarakat memandang bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang pilihan (pintar), sedangkan orang yang belajar di PTS adalah orang-orang “buangan”. Mereka lupa bahwa mereka yang masuk PTN itu karena factor keberuntungan dan faktot “x”. tidak jarang mereka yang pintar di SMU tapi tidak berhasil lolos dalam proses seleksi, karena PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN.  Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS??? kurang mampu dalam menyiapkan uang pelican #eh.

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “kaya” dan si “miskin”. Asumsi masyarakat PTS identic dengan kata Mahal. Kalau kita melihat dengan mata lebar-lebar ada PTS yang biayanya lebih terjangkau dari pada PTN. Contoh : biaya pendidikan mahasiswa baru jalur SNMPTN Universitas Brawijaya jurusan kedokteran berkisar 150 juta, sedangkan biaya pedidikan Kedokteran di Univeritas Muhammadiyah Malang berkisar 100 juta. Mana yang lebih murah???

Asumsi lain menyebutkan jika PTS adalah tempat pembuangan bagi mereka yang tidak lolos seleksi SNMPTN. Padahal jika diperhatikan secara seksama kualitas PTS tidak kalah dengan PTN, baik dari segi fasilitas, tenaga pendidik, dan kurikulum tenaga tahun ajaran setiap program studi. Tidak sedikit mahasiswa PTS mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke luar negeri. Dan tidak sedikit pula mahasiswa PTS yang mengikuti program pertukaran pelajar dengan mahasiswa luar negeri atau melakukan studi banding keluar negeri layaknya mahasiswa PTN.

Universitas muhammadiyah Malang, salah satu PTS yang terdapat di malang Jawa Timur menjalin kerja sama dengan universitas eropa (Erasmusmundus) layaknya Universitas Brawijaya selaku PTN di malang. Analoginya dari kedua universitas tersebut diatas hanyalah perbandingan kecil, jika memandang ribuan universitas lain, baik universitas negeri maupun swasta yang tersebar dari sabang sampai merauke.

Tidak usah ragu masuk PTS, orang cerdas bukan hanya mereka yang mampu menempuh pendidikan di PTN, tapi orang yang berpotensi, berakhlak, bermoral, beretika, dan beradab, dimana pun dan kapanpun dia menempuh ilmu. Keberhasilan pedidikan seseorang itu ditentukan oleh setiap individu. Tidak penting dari PTN atau PTS seseorang berasal, tapi lebih ditekankan sejauh mana seseorang mampu menjaga konsistensi prestasi.

Yang jelas saya bangga menempuh pendidikan  di PTS (UMM), yang pasti (pengalaman) biaya lebih murah dari PTN yang ada di malang. SNMPTN dulu sebenarnya saya lolos seleksi disalah satu fakultas teknik PTN, tapi setelah melihat biaya DPP yang cukup buat saya menggelengkan kepala sehingga saya memutuskan untuk beralih ke PTS yang bianyanya hampir setengah dari PTN, disamping juga sarana prasarana dan tenaga pendidik PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN. :D
 
Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS???


Dian Institute

HISTORY OF DIAN INSTITUTE

DIAN INSTITUTE Berdiri pada 28 okotber tahun 1974 oleh dua orang mahasiswa ITS dan Unai Ir.sugianto dan dr Wiyono .Beliau melihat kesempatan usaha kursus mengetik oleh salah satu lembaga kemudian setelah masa kontrak bangunan habis,mereka mengkontrak bagunan itu tanpa modal apapun mereka berdua membuat papan nama kayu Kata "DIAN" sendiri adalah obor "INSTITUTE" adalah Institutsi/lembaga.

Pelanggan datang dan daftar menjadi murid mengetik oleh dua orang bersaudara tersebut dibelikan kursi untuk beli kursi.DIAN INSTITUTE berkembang pesat menjadi dan berkembang ke kota lain seperti sidoarjo dan pare kediri

Nama yayasan : DIAN INSTITUTE

Tahun Berdiri : 1974

Bulan : Oktober

Tanggal : 28

Alamat : JL.Tembok Dukuh 60i Surabaya

Negara : Indonesia

Jenis usaha : Pendidikan(one stop education)

Visi : Mendidik anak bangsa menjadi leader di era globalisasi

Misi : Mengajarkan Ilmu kepada anak didik
Membuat anak memnuhi kompentes

STEC AND THE CITY SUPERTENSES GOES TO CAMPUS 8 - 9 MEI 2010

SUPERTENSES (ST) (salah satu programnya)

Sebuah revolusi pembelajaran bahasa Inggris yang membuka "crack" inti tata bahasa Inggris yaitu: 16 TENSES dalam waktu singkat, pemahaman ini akan mempermudah, mempercepat penguasaan LANGUAGE SKILLS dalam aspek kemampuan berbicara, membaca, menjawab soal, memahami struktur kalimat, menterjemahkan, dan menulis.

persiapkan diri anda pada
STEC & THE CITY ( SUPERTENSES GOES TO CAMPUS)
mari melangkah menuju masa depan cemerlang dengan
SUPERTENSES STEC MALANG 2010

PROFILE QUANTUM ENGLISH / Supertenses English Course
What is Quantum English ?

QUANTUM ENGLISH adalah program percepatan belajar bahasa Inggris dalam bentuk training singkat dengan moto: belajar bahasa Inggris dengan lebih mudah, lebih cepat, menyenangkan dan bermakna, mengedepankan metode dan pokok-pokok bahasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi mutakhir.
Dengan moto English Learning Revolution adalah Sebuah lembaga training dan kursus yang berorientasi pada pembelajaran B Inggris yang mengedepankan metode revolusioner dengan cepat, mudah,

menyenangkan dan bermakna.

Key Concepts

* QUANTUM ENGLISH LEARNING
* MASTERING 10.000
* SURVIVAL ENGLISH CONVERSATION
* SUPERTENSES
* QUICK TRANSLATION
* ENGLISH IN ACTION
* BUSINESS ENGLISH PRESENTATION
* CHALLENGING COMPETITION

Benefits for participants:
Memahami dan mampu cara menguasai inti tata bahasa Inggris yaitu: TENSES, hafal dan mampu membuat rumus serta paham aplikasinya dalam meningkatkan ketrampilan berbahasa.

Mari belajar bareng:

PRE Event untuk umum FREE (GRATISSSSSSSSS)
Sabtu , 8 Mei 2010. Aula Gedung FE Universitas Brawijaya
mulai jam 09.00 pagi.

ATAU

EVENT
Minggu, 9 Mei 2010. Gedung Bakti Persada, Li Zheng Dao Theater Room Universitas MaChung
Mulai jam 8.30 pagi.
HTM : Rp 130.000 (lebih murah khan daripada biaya belajar bahasa ingris kita sejak SD, bahkan lebih murah dari belajar bahasa inggris dimanapun)

Fasilitas :
HandOut, sertifikat, snack, lunch, Id card, merchandise, door prize, pengalaman tak terlupakan bertemu mahassiswa seMalang Raya dan pede go internasional.

Tiket Box:
- Semua Kampus di Kota Malang
- Rumah Baca Cerdas, permata jingga
- Cafenet, Dinoyo
- Bandung Sport 1 & 2

Di dukung oleh RRI pro 2, Radio Elfara, Radio Kencana.
Event info 0341 970 4747

Anak terlantar

Semua mengakui anak terlantar merupakan masalah bangsa, karena menyangkut nasib hidup rakyat. Banyak kasus tentang anak terlantar yang pada akhirnya mempunyai andil cukup besar dalam meningkatkan angka kriminalitas.

Dalam cakupan saya. Anak terlantar adalah anak yang tidak mendapat perhatian cukup dari orang tua, yang sering mengalami tindakan kekerasan sehingga psikologisnya sebagai anak kurang terpenuhi.
Sesuai amanat undang-undang 1945, “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Hahahay ……………… “ Negara mana ?”

Sungguh ironis. Tapi itulah kenyataan. Negara tercinta kita ini belum cukup kemampuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Bahkan sampai saat ini pun belum bisa unjuk gigi di dunia Internasional. Bagaimana mau unjuk gigi, mau benahin apa yang terjadi dalam negeri aja masih amburadul. Ex : saat ini (Century tidak selesai-selesai, & ketidakjelasan sudah sampai mana). Kasus ini itu yang mbulet tidak jelas.
Tentu saja sebagai pemuda kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan pemerintah, seharusnya sebagai generasi muda yang baik harus bisa memberikan solusi bagaimana menangani dan menghadapi anak terlantar.


Kalau menurut saya, menghadapi anak terlantar tidak hanya cukup dengan rasa simpati, semuanya harus diwujudkan dengan tindakan yang nyata. Memberikan mereka perhatian dan kasih sayang layaknya anak-anak pada umumnya. Menunjukkan solidaritas, membuat mereka berpikir positif, membuat mereka termotivasi, dan lebih bagus jika kita buat mereka “berharga dan berarti”. Dan, untuk pemerintah, perlu melakukan evaluasi kebijakan sosial lagi.

Namun yang lebih penting dari itu semua adalah “ Bagaimana caranya mencegah jangan sampai timbul adanya anak terlantar ???”

Bagaimana bro ‘n sis ………