Showing posts with label share. Show all posts
Showing posts with label share. Show all posts

Mari Bersemangat Setiap Hari

Semua orang punya tujuh hari dalam seminggu. Berapa hari yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari kita coba lihat.

1. Senin adalah singkatan dari “Semangat Nan Indah”
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali.
Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa…..
Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?
2. Selasa adalah singkatan dari “Selalu Luar Biasa”
Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum. Hehehe…… ….
3. Rabu adalah singkatan dari “Rasakan bahagia dalam kalbu”
Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Bunda. Bunda”. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Bunda. Bunda” ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.

4. Kamis adalah “Kami Sukses”
Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja……
Bila seseorang berkata kepada kita:”Wah, enak ya kerja disana?” Daripada berkata:”Enak apanya? Biasa saja kok.”, mengapa kita tidak berkata:”Amin. “? Bila seseorang berkata:”Pasti kamu banyak uang.” Daripada berkata:”Ga kok. Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata:”Amin. “. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan? Asyiikkk…. ..


5. Jumat berarti “Juga Amat Hebat”
Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?


6. Sabtu berarti “Saatnya Bersatu”
Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi ank buahnya.
Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencinta bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar. Hayoo……


7. Minggu berarti “Mari ingat berkah seminggu”
Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yangsalah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain.
Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.

"whatever is going on in your mind is what you are attracting."


Just share
Repost form Daily Insight SEIN

Than “hypocrite” imaging

Isn’t saying hello supposed to be nice and easy? Unlike farewell, the welcoming expressions vary in good, and cheerful ways.
Opening myself to reader(s) -if any, is not an easy way. That is, in the first place, the reason of why I always refuse to write in a blog. Twitter updates, Facebook notes, I’ve got heaps. But, to actually write something, ceremoniously, is something I am scared of.
The pressure to be persistent in posting. The urge to be satisfying. The fear of disappointing. The me.
Please, kindly forgive me. It is my baby step. So, hello.
p.s.:


Just in case you wonder.. I’ll write about everything. Literally, everything. This is not a themed-blog. It might be useful or useless, you decide. Bon apetit!

Fallen Apart

Do you remember…
How we met one summer, just as you were going out and I was coming in?
How the next summer we went to the zoo to watch the Hippos yawn? How we laughed at monkeys and people alike?

The summer that we first dealt with death? Your hand that you gave me across your bed and mine. I had taken it and slept holding it.

“Stars don’t cry..” You wiped my tears.

Do you remember how you would come to see me, dirty collars and a dusty cycle? How we would talk sitting beside each other on the brown steps of the neighbor’s house, ignoring the pointed looks of our mothers?

When the next summer we went to the snake house? When you tapped on the glass cage and the tired snake gave us a scornful look. I know we both were a little scared though we pretended otherwise.
I don’t know why we went to strange places.


Do you remember how you confessed your fear of cockroaches to me?

Do you remember how we would long to be alone, away from the curious eyes of a cousin neither of us wanted?

Do you remember that sultry summer when you told me I had changed? 

When you smiled at the changes of my growing body?

I smacked you from behind the chair you sat on, trying to hide my blush. I was glad you noticed it. It really took a painfully long time growing!

Do you remember the silk pashmina I wore for your brother’s wedding?

Managing it was a so damn irritating especially when my eyes kept looking for you. I know you searched for me too. When you finally found me and brought those friends of yours and I saw their mouths droop in disappointment, my lips trembled. But when I saw the way you always looked at me, the green damn pashmina didn’t seem too awful then and I smiled my first smile of that day. 

I always looked best in your eyes.

You remember how you walked away and I never called you back?
I never knew you walked away.
You never knew I called a thousand times.

You were right. Stars don’t cry. But fallen stars do.
#Just a fictional story

Marhaban ya ramadhan

Alhamdulillah akhirnya jumpa lagi dengan bulan yang mulia ini. #xcited (':
ya Allah, berikanlah kami semua keistiqomahan dalam menjalani ibadah di bulan mulia-Mu ini..
semoga berkah ramadhan ini selalu meliputi kita semua..
mari sucikan hati di bulan nan indah ini
mengawalinya dengan saling memohon maaf dan memaafkan setiap kesalahan yang pernah ada.
happy ramadhan guys..
this is for surabaya residents..
schedule:





PTN atau PTS


Apa kabar blog :p, lamanya kau tak ku jamah, hhheheeehehhheee, :D :p .
Kali ini saya coba sharing dengan teman-teman semua, yang sedang hiruk pikuk milih perguruan tinggi mana yang akan dituju. PTN atau PTS???


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi ajang yang tidak pernah lewat untuk menjadi sorotan setiap tahunnya. Topic macam ini seolah sudah mendarah daging dalam berita pendidikan negara tercinta kita (N.K.R.I). selalu saja ada fenomena yang menarik dibahas setiap tahunnya. Misal saja : (1). Dengan cara apa para calon mahasiswa berjuang untuk lulus SNMPTN? (2). Berapa biaya yang dikeluarkan untuk lulus dalam ujian SNMPTN? (3). Kemanakah mereka akan kuliah usai pengumuman SNMPTN, ke perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS)?

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 

Dalam benak calon mahasiswa (seperti saya dulu),terukir impian untuk meneruskan jenjang pendidikan ke bangku kuliah yang dirasa sesuai dan berbeda oleh masing-masing individu. Tidak sedikit mahasiswa yang suka cita karena diterima di PTN, namun ada juga yang ngelus dada karena gagal dalam seleksi. Kegagalan ini menjadikan PTS sebagai alternative terakhir. Lebih baik menjadi mahasiswa PTS dari pada harus nunggu tahun depan untuk mengikuti tes SNMPTN.

Hal lain yang tertanam dibenak masyarakat adalah dengan kuliah di PTN,maka jalan menuju kesuksesan akan semakin mudah, mandapat pekerjaan yang mudah, sehingga menjadi pekerja dengan salary yang besar pun semakin dekat, dengan masuk PTN akan mudah berhasil seperti makan (goder) yang tidak nyereti. Terlalu naïf jika kita membenarkan pola pikir semacam ini!!! Yang saya ketahui PTN tidak pernah menjanjikan hal itu, hanya masyrakat saja yang berasumsi seperti itu.

Perguruan Tinggai itu bersifat relative, tidak bisa menjadi alat ukur untuk menentukan keberhasilan seorang mahasiswa.
Pertanyaan saya???
Sebenarnya apa peran PTN atau PTS di negara tercinta ini, sebagai ajang bergengsi kah? Atau hanya untuk menjalankan fungsi pendidikan seutuhnya???

/*lihat arti penidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003*/

Ada sebuah blog yang pernah saya baca /*lupa alamat blog*/ menyatakan “N” dari kata PTN adalah “Nilai”, sedangkan “S” dari kata PTS adalah “Setoran”. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang yang beotak encer, sedangkan PTS ditempati para kaum borjuis.
Benarkah demikian???

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “pintar” dan si “bodoh”. Dan masyarakat memandang bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang pilihan (pintar), sedangkan orang yang belajar di PTS adalah orang-orang “buangan”. Mereka lupa bahwa mereka yang masuk PTN itu karena factor keberuntungan dan faktot “x”. tidak jarang mereka yang pintar di SMU tapi tidak berhasil lolos dalam proses seleksi, karena PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN.  Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS??? kurang mampu dalam menyiapkan uang pelican #eh.

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “kaya” dan si “miskin”. Asumsi masyarakat PTS identic dengan kata Mahal. Kalau kita melihat dengan mata lebar-lebar ada PTS yang biayanya lebih terjangkau dari pada PTN. Contoh : biaya pendidikan mahasiswa baru jalur SNMPTN Universitas Brawijaya jurusan kedokteran berkisar 150 juta, sedangkan biaya pedidikan Kedokteran di Univeritas Muhammadiyah Malang berkisar 100 juta. Mana yang lebih murah???

Asumsi lain menyebutkan jika PTS adalah tempat pembuangan bagi mereka yang tidak lolos seleksi SNMPTN. Padahal jika diperhatikan secara seksama kualitas PTS tidak kalah dengan PTN, baik dari segi fasilitas, tenaga pendidik, dan kurikulum tenaga tahun ajaran setiap program studi. Tidak sedikit mahasiswa PTS mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke luar negeri. Dan tidak sedikit pula mahasiswa PTS yang mengikuti program pertukaran pelajar dengan mahasiswa luar negeri atau melakukan studi banding keluar negeri layaknya mahasiswa PTN.

Universitas muhammadiyah Malang, salah satu PTS yang terdapat di malang Jawa Timur menjalin kerja sama dengan universitas eropa (Erasmusmundus) layaknya Universitas Brawijaya selaku PTN di malang. Analoginya dari kedua universitas tersebut diatas hanyalah perbandingan kecil, jika memandang ribuan universitas lain, baik universitas negeri maupun swasta yang tersebar dari sabang sampai merauke.

Tidak usah ragu masuk PTS, orang cerdas bukan hanya mereka yang mampu menempuh pendidikan di PTN, tapi orang yang berpotensi, berakhlak, bermoral, beretika, dan beradab, dimana pun dan kapanpun dia menempuh ilmu. Keberhasilan pedidikan seseorang itu ditentukan oleh setiap individu. Tidak penting dari PTN atau PTS seseorang berasal, tapi lebih ditekankan sejauh mana seseorang mampu menjaga konsistensi prestasi.

Yang jelas saya bangga menempuh pendidikan  di PTS (UMM), yang pasti (pengalaman) biaya lebih murah dari PTN yang ada di malang. SNMPTN dulu sebenarnya saya lolos seleksi disalah satu fakultas teknik PTN, tapi setelah melihat biaya DPP yang cukup buat saya menggelengkan kepala sehingga saya memutuskan untuk beralih ke PTS yang bianyanya hampir setengah dari PTN, disamping juga sarana prasarana dan tenaga pendidik PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN. :D
 
Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS???


zakat

Tak terasa puasa sudah sampai harii ke 23. Itu berarti indahnya bulan ramadhan tinggal menghitung hari. Manfaatkan kesempatan sisa waktu yang ada. Tingkatkan ibadah!!!

Ibadah dapat dilakukan dengan beragam cara sholat, perbanyak zikir, baca Qur’an, berbuat baik terhadap sesama, dan tentu saja Ibadah puasa yang menjadi sebuah keharusan disetiap individu, ibadah puasa ini tidak akan sempurna jika tidak disertai dengan zakat. Selain untuk menjalankan rukun islam, zakat juga merupakan penyempurna puasa. Artinya zakat suatu keharusan yang harus dilakukan oleh setiap individu jika puasanya menjadi sempurna.

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: “Rasulullah s.a.w memerintahkan agar zakat fitrah ditunaikan sebelum orang ramai keluar untuk mendirikan sembahyang Hari Raya.”

Antara hikmah mengapa Allah SWT memfardhukan rukun ini kepada umat Islam, yang keduanya ialah untuk membersihkan hati kita dari sifat terlalu sayangkan harta. Himpunan harta kekayaan yang banyak sudah tentu akan dalam hati kecil kita perasaan sayang, lebih-lebih lagi bila mengingatkan usaha dan komitmen yang tinggi telah kita korbankan untuk menyimpan harta tersebut.

Hati yang terlalu cinta harta dunia, akan menjadi tidak bermanfaat sekiranya tidak disertai dengan rasa ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebab itu dalam mendidik jiwa dan hati manusia terhadap harta kekayaan, Allah SWT mewajibkan zakat sebagai satu latihan jiwa kepada kita untuk menjauhkan diri dari terlalu menyayangi harta benda. Dan yang lebih buruk di sisi Allah apabila rasa sayang kepada harta ini akhirnya dihinggapi rasa bakhil untuk mengeluarkan zakat dan bersedekah.

Dr. Yusof al-Qaradawi telah menyebut tentang empat ciri-ciri zakat fitrah di dalam kitabnya ‘Mushkilah al-faqr wa kaifa a’lijuha al-Islam’untuk membiasakan kewajiban zakat ini dan zakat harta.

Pertama : zakat fitrah adalah perbuatan yang dilakukan untuk dirinya tidak untuk harta benda.

Kedua : zakat fitrah ini diwajibkan kepada semua lapisan manusia. Rasulullah s.a.w telah mewajibkannya ke atas setiap muslim tanpa mengira sama ada hamba sahaya atau orang merdeka, lelaki atau perempuan dan kaya atau miskin. Zakat fitrah tetap diwajibkan kepada gologan miskin sekiranya mereka memiliki wang yang cukup dan memiliki wang yang cukup untuk keperluan makan minum sekeluarga pada hari raya Aidil Fitri.

Ketiga: zakat fitrah bukan hanya diwajibkan untuk dirinya sahaja, tetapi dia juga perlu membayar zakat fitrah bagi setiap individu yang menjadi tanggungannya.

keempat: ialah Islam telah mengecilkan kadar pembayaran zakat fitrah sebagai satu kemudahan untuk umat Islam menunaikannya.

Rahasia yang kita perolehi daripada ciri-ciri zakat fitrah ini, Allah SWT menghendaki manusia memahami konsep dalam membina hubungan dengan Tuhan, kita juga sebenarnya mempunyai kewajiban yang perlu ditunaikan sesama manusia.

Oleh kerana itulah antara tujuan Allah SWT mewajibkan zakat fitrah untuk semua golongan adalah untuk memberi penjelasan tentang hubungan sesama manusia yang perlu ditunaikan oleh kita. Sebagai manusia kita perlu memuliakan golongan fakir miskin kerana mereka adalah saudara seagama kita dan mudah-mudahan dengan pertolongan kita itu akan dapat membantu mereka untuk sama-sama menyambut kemeriahan Aidul Fitri bersama-sama. Oyi … …

Menyuap Malaikat

Menyuap Malaikat? Rasanya kok mengada-ada. Tapi fenomena seperti ini banyak kita rasakan dan cukup “ngetrend” di negeri kita. Menjelang Ramdhan Gelombang “simbolis religius” banyak terjadi. Surga dan malaikat, seolah-olah bisa disuap dengan uang dan harta kekayaan mereka.

Meski tak banyak, ada saja kalangan pejabat yang nampak alim ketika pulang kampung. Bersedekah kemana-mana, membantu masjid dan royal pada anak yatim. Sebaliknya, di luar rumah, dia justru di kenal sebagai pejabat paling korup dan suka memarkup dana APBN/APBD.
Ini adalah fenomena nyata di masyarakat. terlihat sopan di kala Ramadhan.
Uang, seolah bisa “menyuap malaikat Rokib”, malaikan pencacat amal ibadah.Inilah adalah fenomena “pragmatisme ibadah”, yang dilematis bagi Muslimin.

Makelar Surga
Para artis dan para koruptor, yang mulutnya sering meletup-letup memproklamirkan diri katanya “cinta agama”, mayoritas –mestik tidak untuk dimaksud tidak semuanya-- mereka adalah para “makelar surga” paling berpengaruh. Di depan publik, ia mempromosikan, bahwa surga adalah “komoditas” yang bisa diraih dengan bermodal materi.

Kalaulah hal itu dianggap ibadah sampingan, tentu tidak masalah. Ironisnya mengesampingkan esensi ibadah kepada Allah SWT. Memang, dalam hati kecilnya, mereka pun mungkin takut atas dosa-dosanya. Namun magnet godaan setan dengan umpan fatamorgana duniawi eksis lebih kuat mengalahkan keimanannya.

Faktor utamanya, mereka, umumnya berpikir pragmatis. Bahwa dalam konteks ibadah cukup mengeluarkan sebagian duitnya saja. Naifnya lagi, sering tanpa memperdulikan uang halal atau haram. Lebih menggelikan, ada yang berceletuk , "Berbuat demikian itu lebih baik, daripada tidak sama sekali ".

Karena itu, para koruptor tak malu mengeruk duit rakyat, mempublikasikan diri melalui berbagai media massa secara gegap gempita menjadi “santri” dan sopan. Bergagah-gagahan berebut membangun masjid-masjid dan menyantuni para yatim piatu dengan mengundang wartawan.Seolah-olah mereka adalah "teladan beribadah” bagi segenap Muslimin. Ia hanya ingin menunjukkan pada public, sesungguhnya, surga masih bisa dibeli. Fenomena tak menarik seperti ini jelas jauh dari arti ibadah secara syar’i.

Memang surga dan neraka adalah hak progratif Allah SWT. “Dia (Allah) mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu." (QS 5:18).

Tapi merupakan kesalahan fatal, bila ada manusia bermaksud "mengaveling surga", hanya dengan mengandalkan seonggok harta. Apalagi, I’tikad dari ibadahnya itu tetap tidak merubah kebiasaan buruk sehari-hari.

Apakah Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) bagian dari Budaya Indonesia?

Manusia, notebene adalah mahluk social yang memerlukan manusia lain dalam hidup dan berkehidupan, dalam kehidupan bermasyarakat setiap warga salaing menerima dan memberikan dukungan maupun perlindungan guna membangun ikatan hubungan dengan manusia lain, mengembangkan system kemasyarakatan yang mengikat secara konvensional bagian yang ada di dalamnya. Secara normative, Allah SWT menyatakan agar setiap komunitas social tolong-menolong dalam masalah kebajikan dan ketaqwaan, permusuhan. Gejala seperti ini bersifat gejala social, dalam pengertian lahir dan berkembang berdasarkan dorongan pribadi individu terkait dengan dorongan pribadi individu lain dalam bermasyarakat, gejala seperti ini di sebut sebagai gejala social.

Korupsi Kolusi dan Nepotisme
Korupsi adalah bagian gejala social yang masuk dalam klasifikasi menyimpang(negative), karena merupakan suatu aksi tindak dan perilaku social yang merugikan individu lain dalam masyarakat, menghilangkan kesepakatan bersama yang berdasar pada keadilan, serta pembunuhan karakter terhadap individu itu sendiri. Makna korupsi, sebagai suatu tindakan amoral, tidak memihak kepentingan bersama (egois), mengabaikan etika, melanggar aturan hokum, dan terlebih melanggar aturan agama.

Kolusi adalah suatu kerja sama secara melawan hokum antar penyelenggara Negara atau antara penyelenggara Negara dan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau Negara.
Nepotisme adalah tindakan atau perbuatan yang menguntungkan kepentingan keluarganya atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara.

Korupsi Kolusi dan Nepotisme ; Budaya
Ketika kapitalisme dikenal masyarakat Indonesia terjadilah pergeseran nilai-nilai yang luar biasa, nilai penghormatan antar individu lebih dipengaruhi oleh besar kepemilikan material semata. Masyarakat tidak lagi memberi perhatian dari mana asal besaran kepemilikan materi namun lebih mementingkan konten dari kepemilikan tersebut. Hal inilah yang membuat KKN menempati ruang dalam masyarakat. Ketika kapitalisme melahirkan mental yang ingin cepat kaya, ingin cepat sukses, dan berperilaku instan menjadikan proses kerja yang matang menjadi terpinggirkan. Padahal mental seperti ini tidak akan berbanding lurus dengan kebahagiaan.

Orde Baru Orde Reformasi. Korupsi masih berkembang di lingkungan pemerintahan, bermutasi menjadi manipulasi baik informasi maupun opini, dilingkungan yang lebih kecil korupsi dapat bermutasi menjadi kolusi dan nepotisme. Ketika korupsi menjadi budaya, seperti ini disebut sebagai psikososial. Budaya menjilat atasan demi mendapatkan atau menyamankan posisi, budaya suap-menyuap pihak yang berwenang demi mencapai tujuan, ataupun budaya menekan bawahan demi raihan kekuasaan yang merupakan cerminan antara terjajah dan penjajah. Akibatnya, secara psikis ekonomi masyarakat yang berada dalam kelas yang lebih rendah menemui kesulitan untuk kenyamanan hidup.

Dasar Koruptor.berpendidikan tapi FAKIR MORAL!!!
Solusi yang dibutuhkan untuk mneghilangkan budaya korupsi seperti ini adalah konstruksi pendidikan yang member landasan moral, etika, dan spiritual social kolektif kebangsaan. Pendidikan harus di arahkan untuk membuka wawasan kehidupan, agar bangsa ini tidak terbelit pola-pola mental koruptif yang telah berakar. Sebagai masyarakat kaya moral berilah santunan terhadap mereka-mereka yang FAKIR MORAL berikan pendidikan karakter dan pendidikan mental yang sehat, tidak hanya fakir miskin yang harus disantuni.

Harapannya, dimasa yang akan dating lahir generasi bangsa dengan mental dan watak yang memahami nilai-nilai kebersamaan, kebangsaan, kebenaran, dan kejujuran kesucian hati dan jiwa.
Bagaimana dengan koruptor dan maling 38? Kelihatan seperti malaikat tapi munafik, fakir moral! Tak lebih dari ANJING BIADAB yang menjilat kroninya.

Wayang Kulit - shadow puppets


Wayang kulit adalah salah satu pagelaran seni tradisional Indonesia (jawa) yang terbuat dari bahan kulit sapi dan kerbau. Merupakan seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari lima abad. Pagelaran yang di sajikan semalam suntuk ini menjadi salah satu ruang yang tepat untuk melewatkan malam dan memahami filosofi kehidupan Jawa masa lampau.

Dalam kitab Arjuna disebutkan bahwa kesenian wayang sudah berkembang dan di gemari masyarakat sejak zaman Airlangga Raja Kahuripan, yang menurut beberapa sumber sejarah terletak di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dari sumber cerita jawa menerangkan bahwa kesenian wayang juga di kembangkan pada masa pemerintahan Raja Sri Aji Jayabaya di Mamenang Kediri sejak tahun 930.

Kemunculan wayang memiliki cerita tersendiri terkait dengan masuknya Islam Jawa. Adopsi ini di lakukan karena wayang terlanjur dekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat sebagai media dakwah penyebaran Islam, sementara di satu sisi Islam melarang bentuk seni rupa. Maka dari itu, diciptakan wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.

Dalang adalah orang yang memainkan wayang. Oleh saya, penghibur public terhebat di dunia. Selama semalam suntuk, mampu memainkan seluruh karakter actor wayang kulit (karakter suara, berganti intonasi, mengeluarkan guyonan, dan bahkan nyanyian). Ini dilakukan untuk menghidupkan suasana. Dalang tidak sendiri, dibantu oleh musisi yang memainkan gamelan dan sinden yang menyanyikan lagu-lagu jawa.
Di Mojokerto kesenian wayang kulit dikembangkan oleh dalang Ki Asmoro dari Bjijong Trowulan dengan cirri khas daerah wayang versi Trowulan. Dalang Ki Asmoro boleh dikatakan perintis sekaligus sebagai guru dari dalang-dalang di Mojokerto yang dikenal hingga saat ini.


English version - Wayang Kulit - shadow puppets
Wayang kulit is the one traditional theatre in Indonesia (Java) it makes from skin by cow and buffalo. This show more than 5 century.

In Arjuna book, it is found that wayang kulit (shadow puppets) art has developed and been preferred by society since Airlangga (King oh Kahuripan), In which according to some historical sources, laid down on Mojokerto regency area. From Javanese story, it explains that wayang art is also developed in the era of Sri Aji Jayabaya King at Kediri since 930.

Wayang kulit (shadow puppets) have separate story entry of Islam. This adoption was done because wayang kulit nearby with Jawa society. So, becoming medium correst to spreading the missionize of Islam. Then wayang kulit (shadow puppets) is created where people just can see the shadow ,because Islam prohibit the fine arts.

Dalang is wayang kulit (shadow puppets) player. By me, the best public entertainer in the world. as long as the night, can play all character of wayang kulit (voice character,change intonation, expel joke, and sings). That is he do to lively atmosphere. Dalang not alone, the assist by gamelan musicians and Sinden its sing java songs.
At Mojokerto regency, the art of wayang kulit (shadow puppets) is developed by Ki Asmoro from Bjijong Trowulan with its area characteristics of Trowulan version. Ki Asmoro maybe called as the leader at once as master for other Dalang in Mojokerto regency until now.

Keputusan

“Mengapa harus di ambil?”

Mengambil keputusan untuk sebuah perubahan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. And now, aku mengambil sebuah keputusan untuk memberanikan memperbarui diri. Artinya disini “Aku harus menjadi diriku yang kebih baik dari sebelumnya”.
Disini aku mulai berpikir, ternyata diri ini mahluk yang sangat amat kecil dan kotor tak lebih dari tumpukan sampah yang tak berguna. Mending jadi sampah organic masih bisa dimanfaatkan untuk yang lain. Lha ini jadi sampah yang sudah tak bisa dimanfaatkan (recycle) lagi yang bisa dilakukan hanyalah menghanguskannya dari muka bumi ini.


Tidak hanya diri kita, kita yang hanya orang biasa begitu susah untuk mengambil sebuah keputusan. Apalagi seorang pemimpin seperti : Ketua MPR, Presiden,Perdana Menteri,Para menteri, Anggota DPR, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah wes apapun itu yang penting ketua kelompok dari suatu organisasi. Apapun yang menjadi keputusan pemimpin hargai, dan kalau itu memang baik untuk kita pasti semuanya akan baik. Memang, tidak sepenuhnya apa yang menjadi keputusan seorang pemimpin akan menguntungkan kita. Tapi setidaknya berilah mereka apresiasi, mereka mengambil keputusan tentunya demi kebaikan kita semua bukan kebaikan dirinya sendiri. Jika kita sendiri saja tidak memberanikan mengambil keputusan untuk memperbarui diri mengapa kita sering berfikir kalau apa yang kita perbuat dan lakukan sepenuhnya benar dimata orang lain.
Beribu syukur ku panjatkan karena diri yang kotor ini masih diberi kesempatan untuk memperbarui diri. Alhamdulillah ku haturkan pada yang kuasa, dengan adanya niatan yang tulus akan memperbarui diri ada progress lumayan yang kudapatkan.(setidaknya menurut hati kecilku seperti itu)
What About yOu? ……………………
you want repair yOur self to?........................

Dancok Djancok dan Juancook

The meaning of jan**k, I think jan**k adalah representasi pengucapan seseorang yang mengarah keperkataan kasar (berkata kotor). sejauh yang saya ketahui jan**k merupakan bahasa sehari-hari orang etanan (jowo etan), yang menjadi sebuah keheranan tapi nyata, jan**k sudah menjadi sebuah ciri kHas yang membudaya dari masyarakat jawa timur. Orang bilang “jan**k” semua sudah tahu orang ini pasti orang wetanan. Bahkan di di kota-kota besar sekalipun, seperti : Jakarta, Jogjakarta, Makasar, Bali, Lombok, Sumatera, Sulawesi, Kalimatan, Irian Jaya (sabang sampai merauke) hampir seluruh Indonesia tahu “Jan**k” merupakan bahasa ataupun ciri khas dari salah satu wilayah yang ada di Jawa (East Java).
Eksistensi dari kata “jan**k” sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Kata ini tidak pernah tenggelam oleh kecanggihan dan medernisasi teknologi sekarang ini. Sekarang semuanya serba teknologi, tapi kenapa juga harus disertai jan**k, ek : dengan fasilitas SMS (Short Message Services) yang sederhana kita bisa menyampaikan jan**k pada receiver (teman) kita. Inilah salah satu bukti nyata jika jan**k bisa menempatkan diri disegala posisi.



Salute to Jan**k, nilai magis dari kata ini sungguh besar dan kuat sehingga mampu menyihir ke semua kalangan besar-kecil, tua-muda. Saat hati dalam keadaan kesal (sejauh yang saya amati) perkataan yang keluar jan**k, apa-apa jan**k, apa-apa jan**k dan semua itu terasa plong atau semua sesak di dada begitu cepat hilang setelah melafalkan jan**k dengan keras dan mantap. Kalau sudah seperti ini “Apakah jan**k bisa dikatakan sebagai obat penawar kekesalan?”.
Eksistensi jan**k tidak hanya sebatas itu saja. Kita jumpa dengan teman bilang ”hai cok yo’opo kabare cok?”, pada saat telpon juga, seperti yang kita lihat pada cuplikan film animasi suro ‘n boyo, kata pertama yang terucap “*ok” akhir perkataan bilang “*ok” lagi, apa-apa cok apa-apa cok.
Nah, kalau sudah seperti ini apakah jan**k sudah bisa di sejajarkan dengan “say Hi,…” atau “salam”? ataukah kata cok bisa dikatakan sebagai bahasa pelengkap sehari-hari. Sejauh yang saya ketahui, selama belajar sampai saat inipun dalam susunan kaidah bahasa Indonesia tidak ada kata cok sebagai pelengkap kata dalam bahasa. Seharusnya orang yang menemukan kata “jan**k” ini mendapat apresiasi dari guiness world karena kata yang dia temukan terus eksist sampai sekarang.
Jika eksistensi jan**k bisa menyihir orang di seluruh Indonesia, mengapa kita sebagai generasi bangsa yang berilmu tidak menyebarkan virus yang bisa memberikan manfaat banyak pada orang lain, ex : ciptakan sesuatu yang bisa berguna dan bermanfaat buat orang lain. Masa’ kita sebagai generasi yang berpendidikan kalah dengan eksistensi “jan**k”.
Semuanya kembali pada anda semua, yang bisa menilai sebuah kata “Jan**k” itu baik dan buruk, hanya anda yang menentukan. Jika menurut anda “jan**k” sebuah perkataan kotor yang tak pantas di ucapka ya weZ jangan pernah sekalipun mengatakannya.
wHat About yOu?

Awal Sebuah Pembelajaran

juni 2007
seperti biasa pukul 5 pagi aku bangun, inilah hari baru lagi yang harus aku jalani. Hari ini tiba saatnya dimana aku dan teman2 sekolahku untuk perpisahan yang terakhir kali sebelum diantara kita masing2 akan mengembara jauh untuk mencapai cita2nya.
‘nak ibu tau kalau hari ini adalah hari perpisahan dengan teman2 sekolahmu, itu berarti kamu telah siap untuk memulai perjalanan hidup! Ibu tau perasaanmu pasti campur aduk. Memang saat2 penting dalam hidup itu aneh,jarang sekali terdiri dari satu perasaan. Tapi gx pa2, hal itu akan membantu membuatmu hal yang baik akan menjadi berharga.
Ibu memerlukan waktu yang lama untuk memberikan nasihat yang bijaksana ini, inilah salah satu sulitnya jadi orang tua. Nah akhirnya ibu memutuskan untuk menawarkan sedikit pertanyaan dasar mengenai kehidupan. Ada sebagian orang menjalani hidup tanpa memikirkannya sama sekali. Sayangnya mungkin saat kamu mencari jawaban, kamu akan menemukan sesuatu yang amazing. Sesuatu yang amazing ini tidak jarang akan membuatmu frustasi sesaat kamu mengira telah menemukan jawabannya (yang lebih heran lagi , sampai usia ibu yang sekarang ibu masih belum menemukannya).gpp wez tapi yang paling penting, ibu berharap “bahwa dengan berbagai bagian kecil dari diri dan jiwa yang ibu miliki dapat membantumu untuk menjawab pertanyaan2 yang muncul dalam benakmu”
Siapa?Inilah pertanyaan yang paling penting. Ruangkanlah waktu untuk menemukan dirimu dan jadilah dirimu sendiri. Cobalah untuk jujur,hormat,berbuat baik. Tapi yang paling penting berhati-hatilah, jangan membatasi jati dirimu dengan kepemilikan. Biarkan dirimu mengalir tumbuh dan berkembang. Dan ingatlah selalu bahwa kamu tidak sendirian, kamu memiliki keluarga, teman, dan tentunya Tuhan.
Mengapa? Pertanyaan ini sulit juga,jangan pernah berhenti menanyakan tentang ini. Inilah yang akan membuatmu terus tumbuh. Biarkanlah. Biarkanlah pertanyaan ini membentakmu, menantangmu saat kamu ambil keputusan dan saat kamu nyantai. Biarkan juga berbisik saat kamu lupa siapa kamu. Pengenalan tentang fakta dasar ini dapat menjagamu tetap waras akan dirimu dan memberimu kesempatan untuk petualangan yang lain.



Apa ?
Semula Ibu mengira pertanyaan ini adalah “Apa yang akan kau lakukan”, tapi ibu salah ternyata yang dimaksud adalah “apa yang kau suka?”. Nah mulai sekarang temukan apa yang kau suka dalam dirimu dan lakukan keinginanmu dan galilah potensi apa yang ada dalam dirimu. Kamu boleh melakukan apapun, tapi satu catatan dari ibu jangan sampai apa yang kau perbuat merugikan orang lain dan terutama melenceng dari agama.
Kapan?
Terkadang orang akan terkecoh dengan pertanyaan ini. Ada sesuatu yang sebaiknya dilakukan sekarang tapi tidak di lakukan. Pekerjaan menunda adalah sesuatu yang buruk dan juga akan menambah beban pekerjaan. Tapi tidak juga segala sesuatu itu hari itu harus dikerjakan seketika itu juga tapi juga ada waktunya.
Terakhir “Bagaimana?
Nah untuk hal ini ibu tidak bisa memberimu nasihat. Coba cari jawabannya sendiri. Inilah yang akan kamu jawab dengan caramu sendiri.
Key….good luck honey!!!
Bu Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 itu saatnya aku berangkat ke gedung A yani.
Yo wez hati-hati “sapa ibuku.