Showing posts with label dian institute surabaya. Show all posts
Showing posts with label dian institute surabaya. Show all posts

Lowongan Kerja Dian Institute




Dian Institute yang bertempat di Surabaya, sidoarjo dan Kediri yang berjalan di bidang Jasa pelatihan dan Konsultan Pendidikan sedang membutuhkan Sumber Daya Manusia yang siap berkerja keras dan mau belajar, serta menambah pengalaman (soft skill).

1.       IK (Instruktur Komputer) Kode IK
Kriteria :
a.       D3/ S1 Segala Jurusan( atau masih kuliah semester akhir)
b.      Max 27 Tahun
c.       Dapat mengoperasikan komputer:
·         Office
·         VB 6 Dan database SQL (bisa buat Program)
·         Desain grafis dan CAD (mendapatkan pelatihan dari DIAN INSTITUTE)
d.      ditempatkan di Surabaya
e.       Jujur, teliti, komunikatif, dan tegas
f.        Bisa bekerja dalam team dan individu
g.       Disediakan tempat tinggal Jika domsili diluar Surabaya
h.      Punya kendaraan Sendiri
i.         Full time (08:00- 16:30)


2.       English teacher ( full time) Kode FT
Kriteria :
a.       D3/ S1 Segala Jurusan( sastra inggris merupakan nilai plus)
b.      Max 27 Tahun
c.       Dapat mengajar sesuai SOP (13:00-21:00)
d.      ditempatkan di surabaya
e.      Jujur, teliti, komunikatif, dan tegas
f.        Toefl atau sejenis Minimal 477
g.       Disediakan tempat tinggal Jika domsili diluar Surabaya
h.      Punya kendaraan Sendiri (nilai plus)

3.       Staf Admin Kode AD
Kriteria :
a.       Min SMK/SMA atau masih Kuliah
b.      Max 27 Tahun
c.       Bisa akuntansi atau pajak (dasar)
d.      Bersedia ditempatkan di Surabaya
e.      Jujur, teliti, komunikatif, dan tegas
f.        Bisa bekerja dalam team dan individu
g.       Disediakan tempat tinggal jika domsili di luar Surabaya
h.      Punya kendaraan roda 2 sendiri
i.         Full time
j.        Bersedia mendapat pelatihan akuntansi dan pajak selama 4 bulan

Surat lamaran lengkap ( lampiran ijazah& KSK,KTP) segera di kirim ke :
DIAN INSTITUTE
Tembok Dukuh 60-i Surabaya 60173

MAX 27 september 2012

UP: HRD
atau
Subject ( kode pekerjaan )
hrddianinstitute@gmail.com

info & pertanyaan +6231-5310914 (SMS) +6285231509977 (jam Kerja)

NB : hanya pelamar yang lolos seleksi yang dipanggil.
        semua pelamar tidak di punggut biaya

Marhaban ya ramadhan

Alhamdulillah akhirnya jumpa lagi dengan bulan yang mulia ini. #xcited (':
ya Allah, berikanlah kami semua keistiqomahan dalam menjalani ibadah di bulan mulia-Mu ini..
semoga berkah ramadhan ini selalu meliputi kita semua..
mari sucikan hati di bulan nan indah ini
mengawalinya dengan saling memohon maaf dan memaafkan setiap kesalahan yang pernah ada.
happy ramadhan guys..
this is for surabaya residents..
schedule:





PTN atau PTS


Apa kabar blog :p, lamanya kau tak ku jamah, hhheheeehehhheee, :D :p .
Kali ini saya coba sharing dengan teman-teman semua, yang sedang hiruk pikuk milih perguruan tinggi mana yang akan dituju. PTN atau PTS???


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi ajang yang tidak pernah lewat untuk menjadi sorotan setiap tahunnya. Topic macam ini seolah sudah mendarah daging dalam berita pendidikan negara tercinta kita (N.K.R.I). selalu saja ada fenomena yang menarik dibahas setiap tahunnya. Misal saja : (1). Dengan cara apa para calon mahasiswa berjuang untuk lulus SNMPTN? (2). Berapa biaya yang dikeluarkan untuk lulus dalam ujian SNMPTN? (3). Kemanakah mereka akan kuliah usai pengumuman SNMPTN, ke perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS)?

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 

Dalam benak calon mahasiswa (seperti saya dulu),terukir impian untuk meneruskan jenjang pendidikan ke bangku kuliah yang dirasa sesuai dan berbeda oleh masing-masing individu. Tidak sedikit mahasiswa yang suka cita karena diterima di PTN, namun ada juga yang ngelus dada karena gagal dalam seleksi. Kegagalan ini menjadikan PTS sebagai alternative terakhir. Lebih baik menjadi mahasiswa PTS dari pada harus nunggu tahun depan untuk mengikuti tes SNMPTN.

Hal lain yang tertanam dibenak masyarakat adalah dengan kuliah di PTN,maka jalan menuju kesuksesan akan semakin mudah, mandapat pekerjaan yang mudah, sehingga menjadi pekerja dengan salary yang besar pun semakin dekat, dengan masuk PTN akan mudah berhasil seperti makan (goder) yang tidak nyereti. Terlalu naïf jika kita membenarkan pola pikir semacam ini!!! Yang saya ketahui PTN tidak pernah menjanjikan hal itu, hanya masyrakat saja yang berasumsi seperti itu.

Perguruan Tinggai itu bersifat relative, tidak bisa menjadi alat ukur untuk menentukan keberhasilan seorang mahasiswa.
Pertanyaan saya???
Sebenarnya apa peran PTN atau PTS di negara tercinta ini, sebagai ajang bergengsi kah? Atau hanya untuk menjalankan fungsi pendidikan seutuhnya???

/*lihat arti penidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003*/

Ada sebuah blog yang pernah saya baca /*lupa alamat blog*/ menyatakan “N” dari kata PTN adalah “Nilai”, sedangkan “S” dari kata PTS adalah “Setoran”. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang yang beotak encer, sedangkan PTS ditempati para kaum borjuis.
Benarkah demikian???

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “pintar” dan si “bodoh”. Dan masyarakat memandang bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang pilihan (pintar), sedangkan orang yang belajar di PTS adalah orang-orang “buangan”. Mereka lupa bahwa mereka yang masuk PTN itu karena factor keberuntungan dan faktot “x”. tidak jarang mereka yang pintar di SMU tapi tidak berhasil lolos dalam proses seleksi, karena PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN.  Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS??? kurang mampu dalam menyiapkan uang pelican #eh.

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “kaya” dan si “miskin”. Asumsi masyarakat PTS identic dengan kata Mahal. Kalau kita melihat dengan mata lebar-lebar ada PTS yang biayanya lebih terjangkau dari pada PTN. Contoh : biaya pendidikan mahasiswa baru jalur SNMPTN Universitas Brawijaya jurusan kedokteran berkisar 150 juta, sedangkan biaya pedidikan Kedokteran di Univeritas Muhammadiyah Malang berkisar 100 juta. Mana yang lebih murah???

Asumsi lain menyebutkan jika PTS adalah tempat pembuangan bagi mereka yang tidak lolos seleksi SNMPTN. Padahal jika diperhatikan secara seksama kualitas PTS tidak kalah dengan PTN, baik dari segi fasilitas, tenaga pendidik, dan kurikulum tenaga tahun ajaran setiap program studi. Tidak sedikit mahasiswa PTS mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke luar negeri. Dan tidak sedikit pula mahasiswa PTS yang mengikuti program pertukaran pelajar dengan mahasiswa luar negeri atau melakukan studi banding keluar negeri layaknya mahasiswa PTN.

Universitas muhammadiyah Malang, salah satu PTS yang terdapat di malang Jawa Timur menjalin kerja sama dengan universitas eropa (Erasmusmundus) layaknya Universitas Brawijaya selaku PTN di malang. Analoginya dari kedua universitas tersebut diatas hanyalah perbandingan kecil, jika memandang ribuan universitas lain, baik universitas negeri maupun swasta yang tersebar dari sabang sampai merauke.

Tidak usah ragu masuk PTS, orang cerdas bukan hanya mereka yang mampu menempuh pendidikan di PTN, tapi orang yang berpotensi, berakhlak, bermoral, beretika, dan beradab, dimana pun dan kapanpun dia menempuh ilmu. Keberhasilan pedidikan seseorang itu ditentukan oleh setiap individu. Tidak penting dari PTN atau PTS seseorang berasal, tapi lebih ditekankan sejauh mana seseorang mampu menjaga konsistensi prestasi.

Yang jelas saya bangga menempuh pendidikan  di PTS (UMM), yang pasti (pengalaman) biaya lebih murah dari PTN yang ada di malang. SNMPTN dulu sebenarnya saya lolos seleksi disalah satu fakultas teknik PTN, tapi setelah melihat biaya DPP yang cukup buat saya menggelengkan kepala sehingga saya memutuskan untuk beralih ke PTS yang bianyanya hampir setengah dari PTN, disamping juga sarana prasarana dan tenaga pendidik PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN. :D
 
Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS???


Dian Institute

HISTORY OF DIAN INSTITUTE

DIAN INSTITUTE Berdiri pada 28 okotber tahun 1974 oleh dua orang mahasiswa ITS dan Unai Ir.sugianto dan dr Wiyono .Beliau melihat kesempatan usaha kursus mengetik oleh salah satu lembaga kemudian setelah masa kontrak bangunan habis,mereka mengkontrak bagunan itu tanpa modal apapun mereka berdua membuat papan nama kayu Kata "DIAN" sendiri adalah obor "INSTITUTE" adalah Institutsi/lembaga.

Pelanggan datang dan daftar menjadi murid mengetik oleh dua orang bersaudara tersebut dibelikan kursi untuk beli kursi.DIAN INSTITUTE berkembang pesat menjadi dan berkembang ke kota lain seperti sidoarjo dan pare kediri

Nama yayasan : DIAN INSTITUTE

Tahun Berdiri : 1974

Bulan : Oktober

Tanggal : 28

Alamat : JL.Tembok Dukuh 60i Surabaya

Negara : Indonesia

Jenis usaha : Pendidikan(one stop education)

Visi : Mendidik anak bangsa menjadi leader di era globalisasi

Misi : Mengajarkan Ilmu kepada anak didik
Membuat anak memnuhi kompentes