Showing posts with label yupic. Show all posts
Showing posts with label yupic. Show all posts

Than “hypocrite” imaging

Isn’t saying hello supposed to be nice and easy? Unlike farewell, the welcoming expressions vary in good, and cheerful ways.
Opening myself to reader(s) -if any, is not an easy way. That is, in the first place, the reason of why I always refuse to write in a blog. Twitter updates, Facebook notes, I’ve got heaps. But, to actually write something, ceremoniously, is something I am scared of.
The pressure to be persistent in posting. The urge to be satisfying. The fear of disappointing. The me.
Please, kindly forgive me. It is my baby step. So, hello.
p.s.:


Just in case you wonder.. I’ll write about everything. Literally, everything. This is not a themed-blog. It might be useful or useless, you decide. Bon apetit!

Fallen Apart

Do you remember…
How we met one summer, just as you were going out and I was coming in?
How the next summer we went to the zoo to watch the Hippos yawn? How we laughed at monkeys and people alike?

The summer that we first dealt with death? Your hand that you gave me across your bed and mine. I had taken it and slept holding it.

“Stars don’t cry..” You wiped my tears.

Do you remember how you would come to see me, dirty collars and a dusty cycle? How we would talk sitting beside each other on the brown steps of the neighbor’s house, ignoring the pointed looks of our mothers?

When the next summer we went to the snake house? When you tapped on the glass cage and the tired snake gave us a scornful look. I know we both were a little scared though we pretended otherwise.
I don’t know why we went to strange places.


Do you remember how you confessed your fear of cockroaches to me?

Do you remember how we would long to be alone, away from the curious eyes of a cousin neither of us wanted?

Do you remember that sultry summer when you told me I had changed? 

When you smiled at the changes of my growing body?

I smacked you from behind the chair you sat on, trying to hide my blush. I was glad you noticed it. It really took a painfully long time growing!

Do you remember the silk pashmina I wore for your brother’s wedding?

Managing it was a so damn irritating especially when my eyes kept looking for you. I know you searched for me too. When you finally found me and brought those friends of yours and I saw their mouths droop in disappointment, my lips trembled. But when I saw the way you always looked at me, the green damn pashmina didn’t seem too awful then and I smiled my first smile of that day. 

I always looked best in your eyes.

You remember how you walked away and I never called you back?
I never knew you walked away.
You never knew I called a thousand times.

You were right. Stars don’t cry. But fallen stars do.
#Just a fictional story

Zakat


 
Tak terasa puasa sudah sampai harii ke 20. Itu berarti indahnya bulan ramadhan tinggal menghitung hari. Manfaatkan kesempatan sisa waktu yang ada. Tingkatkan ibadah!!!

Ibadah dapat dilakukan dengan beragam cara sholat, perbanyak zikir, baca Qur’an, berbuat baik terhadap sesama, dan tentu saja Ibadah puasa yang menjadi sebuah keharusan disetiap individu, ibadah puasa ini tidak akan sempurna jika tidak disertai dengan zakat. Selain untuk menjalankan rukun islam, zakat juga merupakan penyempurna puasa. Artinya zakat suatu keharusan yang harus dilakukan oleh setiap individu jika puasanya menjadi sempurna.


Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: “Rasulullah s.a.w memerintahkan agar zakat fitrah ditunaikan sebelum orang ramai keluar untuk mendirikan sembahyang Hari Raya.”

Antara hikmah mengapa Allah SWT memfardhukan rukun ini kepada umat Islam, yang keduanya ialah untuk membersihkan hati kita dari sifat terlalu sayangkan harta. Himpunan harta kekayaan yang banyak sudah tentu akan dalam hati kecil kita perasaan sayang, lebih-lebih lagi bila mengingatkan usaha dan komitmen yang tinggi telah kita korbankan untuk menyimpan harta tersebut.

Hati yang terlalu cinta harta dunia, akan menjadi tidak bermanfaat sekiranya tidak disertai dengan rasa ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebab itu dalam mendidik jiwa dan hati manusia terhadap harta kekayaan, Allah SWT mewajibkan zakat sebagai satu latihan jiwa kepada kita untuk menjauhkan diri dari terlalu menyayangi harta benda. Dan yang lebih buruk di sisi Allah apabila rasa sayang kepada harta ini akhirnya dihinggapi rasa bakhil untuk mengeluarkan zakat dan bersedekah.

Dr. Yusof al-Qaradawi telah menyebut tentang empat ciri-ciri zakat fitrah di dalam kitabnya ‘Mushkilah al-faqr wa kaifa a’lijuha al-Islam’untuk membiasakan kewajiban zakat ini dan zakat harta.

Pertama : zakat fitrah adalah perbuatan yang dilakukan untuk dirinya tidak untuk harta benda.

Kedua : zakat fitrah ini diwajibkan kepada semua lapisan manusia. Rasulullah s.a.w telah mewajibkannya ke atas setiap muslim tanpa mengira sama ada hamba sahaya atau orang merdeka, lelaki atau perempuan dan kaya atau miskin. Zakat fitrah tetap diwajibkan kepada gologan miskin sekiranya mereka memiliki wang yang cukup dan memiliki wang yang cukup untuk keperluan makan minum sekeluarga pada hari raya Aidil Fitri.

Ketiga: zakat fitrah bukan hanya diwajibkan untuk dirinya sahaja, tetapi dia juga perlu membayar zakat fitrah bagi setiap individu yang menjadi tanggungannya.

keempat: ialah Islam telah mengecilkan kadar pembayaran zakat fitrah sebagai satu kemudahan untuk umat Islam menunaikannya.

Rahasia yang kita perolehi daripada ciri-ciri zakat fitrah ini, Allah SWT menghendaki manusia memahami konsep dalam membina hubungan dengan Tuhan, kita juga sebenarnya mempunyai kewajiban yang perlu ditunaikan sesama manusia.

Oleh kerana itulah antara tujuan Allah SWT mewajibkan zakat fitrah untuk semua golongan adalah untuk memberi penjelasan tentang hubungan sesama manusia yang perlu ditunaikan oleh kita. Sebagai manusia kita perlu memuliakan golongan fakir miskin kerana mereka adalah saudara seagama kita dan mudah-mudahan dengan pertolongan kita itu akan dapat membantu mereka untuk sama-sama menyambut kemeriahan Aidul Fitri bersama-sama. Oyi
.

Marhaban ya ramadhan

Alhamdulillah akhirnya jumpa lagi dengan bulan yang mulia ini. #xcited (':
ya Allah, berikanlah kami semua keistiqomahan dalam menjalani ibadah di bulan mulia-Mu ini..
semoga berkah ramadhan ini selalu meliputi kita semua..
mari sucikan hati di bulan nan indah ini
mengawalinya dengan saling memohon maaf dan memaafkan setiap kesalahan yang pernah ada.
happy ramadhan guys..
this is for surabaya residents..
schedule:





PTN atau PTS


Apa kabar blog :p, lamanya kau tak ku jamah, hhheheeehehhheee, :D :p .
Kali ini saya coba sharing dengan teman-teman semua, yang sedang hiruk pikuk milih perguruan tinggi mana yang akan dituju. PTN atau PTS???


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi ajang yang tidak pernah lewat untuk menjadi sorotan setiap tahunnya. Topic macam ini seolah sudah mendarah daging dalam berita pendidikan negara tercinta kita (N.K.R.I). selalu saja ada fenomena yang menarik dibahas setiap tahunnya. Misal saja : (1). Dengan cara apa para calon mahasiswa berjuang untuk lulus SNMPTN? (2). Berapa biaya yang dikeluarkan untuk lulus dalam ujian SNMPTN? (3). Kemanakah mereka akan kuliah usai pengumuman SNMPTN, ke perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS)?

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 

Dalam benak calon mahasiswa (seperti saya dulu),terukir impian untuk meneruskan jenjang pendidikan ke bangku kuliah yang dirasa sesuai dan berbeda oleh masing-masing individu. Tidak sedikit mahasiswa yang suka cita karena diterima di PTN, namun ada juga yang ngelus dada karena gagal dalam seleksi. Kegagalan ini menjadikan PTS sebagai alternative terakhir. Lebih baik menjadi mahasiswa PTS dari pada harus nunggu tahun depan untuk mengikuti tes SNMPTN.

Hal lain yang tertanam dibenak masyarakat adalah dengan kuliah di PTN,maka jalan menuju kesuksesan akan semakin mudah, mandapat pekerjaan yang mudah, sehingga menjadi pekerja dengan salary yang besar pun semakin dekat, dengan masuk PTN akan mudah berhasil seperti makan (goder) yang tidak nyereti. Terlalu naïf jika kita membenarkan pola pikir semacam ini!!! Yang saya ketahui PTN tidak pernah menjanjikan hal itu, hanya masyrakat saja yang berasumsi seperti itu.

Perguruan Tinggai itu bersifat relative, tidak bisa menjadi alat ukur untuk menentukan keberhasilan seorang mahasiswa.
Pertanyaan saya???
Sebenarnya apa peran PTN atau PTS di negara tercinta ini, sebagai ajang bergengsi kah? Atau hanya untuk menjalankan fungsi pendidikan seutuhnya???

/*lihat arti penidikan menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003*/

Ada sebuah blog yang pernah saya baca /*lupa alamat blog*/ menyatakan “N” dari kata PTN adalah “Nilai”, sedangkan “S” dari kata PTS adalah “Setoran”. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang yang beotak encer, sedangkan PTS ditempati para kaum borjuis.
Benarkah demikian???

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “pintar” dan si “bodoh”. Dan masyarakat memandang bahwa mereka yang masuk PTN adalah orang-orang pilihan (pintar), sedangkan orang yang belajar di PTS adalah orang-orang “buangan”. Mereka lupa bahwa mereka yang masuk PTN itu karena factor keberuntungan dan faktot “x”. tidak jarang mereka yang pintar di SMU tapi tidak berhasil lolos dalam proses seleksi, karena PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN.  Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS??? kurang mampu dalam menyiapkan uang pelican #eh.

PTN dan PTS menjadi pembatas kesenjangan antara si “kaya” dan si “miskin”. Asumsi masyarakat PTS identic dengan kata Mahal. Kalau kita melihat dengan mata lebar-lebar ada PTS yang biayanya lebih terjangkau dari pada PTN. Contoh : biaya pendidikan mahasiswa baru jalur SNMPTN Universitas Brawijaya jurusan kedokteran berkisar 150 juta, sedangkan biaya pedidikan Kedokteran di Univeritas Muhammadiyah Malang berkisar 100 juta. Mana yang lebih murah???

Asumsi lain menyebutkan jika PTS adalah tempat pembuangan bagi mereka yang tidak lolos seleksi SNMPTN. Padahal jika diperhatikan secara seksama kualitas PTS tidak kalah dengan PTN, baik dari segi fasilitas, tenaga pendidik, dan kurikulum tenaga tahun ajaran setiap program studi. Tidak sedikit mahasiswa PTS mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke luar negeri. Dan tidak sedikit pula mahasiswa PTS yang mengikuti program pertukaran pelajar dengan mahasiswa luar negeri atau melakukan studi banding keluar negeri layaknya mahasiswa PTN.

Universitas muhammadiyah Malang, salah satu PTS yang terdapat di malang Jawa Timur menjalin kerja sama dengan universitas eropa (Erasmusmundus) layaknya Universitas Brawijaya selaku PTN di malang. Analoginya dari kedua universitas tersebut diatas hanyalah perbandingan kecil, jika memandang ribuan universitas lain, baik universitas negeri maupun swasta yang tersebar dari sabang sampai merauke.

Tidak usah ragu masuk PTS, orang cerdas bukan hanya mereka yang mampu menempuh pendidikan di PTN, tapi orang yang berpotensi, berakhlak, bermoral, beretika, dan beradab, dimana pun dan kapanpun dia menempuh ilmu. Keberhasilan pedidikan seseorang itu ditentukan oleh setiap individu. Tidak penting dari PTN atau PTS seseorang berasal, tapi lebih ditekankan sejauh mana seseorang mampu menjaga konsistensi prestasi.

Yang jelas saya bangga menempuh pendidikan  di PTS (UMM), yang pasti (pengalaman) biaya lebih murah dari PTN yang ada di malang. SNMPTN dulu sebenarnya saya lolos seleksi disalah satu fakultas teknik PTN, tapi setelah melihat biaya DPP yang cukup buat saya menggelengkan kepala sehingga saya memutuskan untuk beralih ke PTS yang bianyanya hampir setengah dari PTN, disamping juga sarana prasarana dan tenaga pendidik PTS sangat baik, tidak kalah dengan PTN. :D
 
Pilihan ditangan anda, PTN atau PTS???


Menyuap Malaikat

Menyuap Malaikat? Rasanya kok mengada-ada. Tapi fenomena seperti ini banyak kita rasakan dan cukup “ngetrend” di negeri kita. Menjelang Ramdhan Gelombang “simbolis religius” banyak terjadi. Surga dan malaikat, seolah-olah bisa disuap dengan uang dan harta kekayaan mereka.

Meski tak banyak, ada saja kalangan pejabat yang nampak alim ketika pulang kampung. Bersedekah kemana-mana, membantu masjid dan royal pada anak yatim. Sebaliknya, di luar rumah, dia justru di kenal sebagai pejabat paling korup dan suka memarkup dana APBN/APBD.
Ini adalah fenomena nyata di masyarakat. terlihat sopan di kala Ramadhan.
Uang, seolah bisa “menyuap malaikat Rokib”, malaikan pencacat amal ibadah.Inilah adalah fenomena “pragmatisme ibadah”, yang dilematis bagi Muslimin.

Makelar Surga
Para artis dan para koruptor, yang mulutnya sering meletup-letup memproklamirkan diri katanya “cinta agama”, mayoritas –mestik tidak untuk dimaksud tidak semuanya-- mereka adalah para “makelar surga” paling berpengaruh. Di depan publik, ia mempromosikan, bahwa surga adalah “komoditas” yang bisa diraih dengan bermodal materi.

Kalaulah hal itu dianggap ibadah sampingan, tentu tidak masalah. Ironisnya mengesampingkan esensi ibadah kepada Allah SWT. Memang, dalam hati kecilnya, mereka pun mungkin takut atas dosa-dosanya. Namun magnet godaan setan dengan umpan fatamorgana duniawi eksis lebih kuat mengalahkan keimanannya.

Faktor utamanya, mereka, umumnya berpikir pragmatis. Bahwa dalam konteks ibadah cukup mengeluarkan sebagian duitnya saja. Naifnya lagi, sering tanpa memperdulikan uang halal atau haram. Lebih menggelikan, ada yang berceletuk , "Berbuat demikian itu lebih baik, daripada tidak sama sekali ".

Karena itu, para koruptor tak malu mengeruk duit rakyat, mempublikasikan diri melalui berbagai media massa secara gegap gempita menjadi “santri” dan sopan. Bergagah-gagahan berebut membangun masjid-masjid dan menyantuni para yatim piatu dengan mengundang wartawan.Seolah-olah mereka adalah "teladan beribadah” bagi segenap Muslimin. Ia hanya ingin menunjukkan pada public, sesungguhnya, surga masih bisa dibeli. Fenomena tak menarik seperti ini jelas jauh dari arti ibadah secara syar’i.

Memang surga dan neraka adalah hak progratif Allah SWT. “Dia (Allah) mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu." (QS 5:18).

Tapi merupakan kesalahan fatal, bila ada manusia bermaksud "mengaveling surga", hanya dengan mengandalkan seonggok harta. Apalagi, I’tikad dari ibadahnya itu tetap tidak merubah kebiasaan buruk sehari-hari.

Senyum Munafik yg menentramkan hati

Beginning all be fine, and sure all of this will be fine.
Keadaan berubah di awal tahun 200’’. Semua berbalik 180’. Before, never day without smile, all person respect to him. Im not understand they respect to him because credibility or others. He is a wise ‘n smart ‘n all person love to. He never say no to help ‘n assist other people. He prepared to help other with all of capability. And nothing rare he grope pocket in clothes is more big for other people. All he do, because he care to them. Now, he is more quite at home and be alone, never no a sweet smile out from lip, every day he sit and quite at home, just watching news from TV and every morning he just give provisions to the pet he have. He never again sit to talk with the person next door like before, just feel bitter heart. That is reverse with behavior person to him, never no smile expression greeting from person like before. And never no line silaturrahmi like before. Now, just object of ridicule person and smile liar from sweet smooth.


Salute to him,………
Treatment like this not although frown tongue. Treatment like this he respons wint sweet smile from smooth. That’s the matter I like, at home where’s he stay. I never see he smile like previously. He concistent stiff with all of this now. Sometime he fall tears. Suddenly I swallow spittle when he weep in front of me. Inside my heart I talk “what can I do for him?”
Im quite without say at the same time. Listen story of him : he said to me, “ what’s wrong with my self, not one person care to me. All of previously when I give something I never have a request some little but now he response me with like this, maybe that is a reward all of I do for them.

Thank’s God with condition like this I can rest at the place is comfortable ( not warm and cold ) I can enjoyable the food was your give. One more I say thanks to my God you give me healthy continue until now. The reason why I say thanks coZ any conditions at outher is more suffering than me.

More lesson I can from this. One note important “ I must say thanks to God with conditions anything. What’s God give is the best for me”. Important “many person in Indonesian respect without credibility or dedication but he just respect with money he have”.
Keep doit good to other people, surely at your self if the good person will have reward good to.

iRi hAti

wHere yOu came from?

Sometime I feel hate with my self, but actually the case is to material ‘iri hati’ is not so important at all. I try not to but I can’t handle my self. I try t thanks all the things that god give to me. Maybe im not strong to control my mind. Im just boy to try be a good boy. Not me, Every person definite Feel of ‘iri hati’ although more little. Actually, why there is ‘iri hati’ at world. Aaahhhh, I don’t care with all, I hate my self if ‘iri hati’.

What about you sob, iri hati “where came from”?

my cAmpus

Jajaran pepohonan rindang dengan suluran rambut menjuntai, biru atap langit, menyambut keadantangan kami mahasiswa baru. Dengan ukuran banner besar yang bertulisan “Selamat Datang di Kampus Putih”. Megahnya bangunan tiap sudut kampus menentramkan semua mahasiswa baru. Bahkan pada musim kemarau yang paling membakar sekalipun, area ini tak pernah menguap kesejukannya. Tanah yang retak, aspal hitam bagai oven, rerumputan mongering kehausan ; tapi gemericik air kolam yang tepat berada depan kampus mengalirkan rasa basah sampai ke relung hati. :y

Meskipun Kampus ini kampus yang basic-nya kampus islam tapi tidak hanya di dominasi orang muslim saja tapi juga warga non muslim.

Anak-anak pecinta seni, para peneliti, dan para olahragawan pun semuanya tumpah ruah disini menjadikan tempat ini sebagai tempat pelabuhan ketenangan hati yang sering naik akibat pertikaian ataupun jika ada masalah.

Kemegahan masjid yang terletak di sudut kampus semakin mengahangatkan suasana lingkungan kampus. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tempat ini juga sebagai tempat belajar mahasiswa. Koordinasi-koordinasi sering dilakukan ditempat ini, areal parkir yang ada digunakan sebagai tempat bermain (fuTsal, latihan karate,dll).

Bahkan, saat ramadhan berlangsung, halaman luas dan areal parkir dijadikan ajang lomba kreativitas anak-anak muslimah.


Bagi sebagian orang, masjid ini hanya candu untuk mereka yang tak punya jati diri. Sekalipun begitu, golongan ini tetap memasuki ruang perpustakaan mini yang ada di lantai bawah. Masjid lambat laun berubah sesuai fungsi asalnya, menjadi tempat manusia berkumpul menimba ilmu dan amal. Tempat berkubah yang tidak hanya popular di kalangan kamu lansia, belakangan ini mulai menampilkan wajah-wajah baru yang segar. Tak hanya sebagai destinasi sepasang kekasih, mereka yang mengakrabi tempat ini dianggap memiliki potensi baik dan kematangan pribadinya.

Student Center (SC) merupakan salah satu sarana yang diberikan oleh kampus untuk kami yaitu tempat ini digunakan sebagai home base organisasi HMJ setiap jurusan dan UKM lainnya. Selain sebagai tempat koordinasi, mahasiswa juga bisa menyalurkan segala aspirasiya disini.

Kegiatan ini tidak untuk menumbuhkan bibit-bibit fundamentalisme, tapi demi memacu semangat berperilaku baik. Coba kita tengok betapa sepinya Karang Taruna (perkumpulan para pemuda) di setiap kelurahan, pos kamling yang semakin senyap di ujung gang, atau arisan ibu PKK yang berlalu tanpa gairah. Di tempat inilah para mahasiswa baru mulai diperkenalkan dengan orientasi kampus oleh kakak tingkat dengan raut masam dan mata buas menerkam para pemuda-pemudi yang lugu (mengerikan). Lambat laun pekan ini menjadi pekan keakraban, mungkin setingkat lebih baik dari blind date. Setidaknya, melalui ini mahasiswa mengenal sekilas tentang kampus, mungkin juga gambaran pribadi keseharian yang mewakili.

Dan babak baru kehidupan seorang pemuda dimulai disini.

Di tempat ini student center, pada pekan orientasi mahasiswa, dia bertemu dengan seseorang yang mengubah dirinya bahkan hidupnya secara perlahan-lahan hingga mencapai derajat 180 berbalik. Dia tetaplah Shinrei yang cerdas dan riang, walau pakaian yang serba semrawut dengan kaos oblongnya dan celana jins yang bolong-bolong, ditukar dengan celana yang sedikit rapi meskipun tidak jauh dari yang sebelumnya. Dia yang suka menyanyi dimanapun lebih menyimpan suaranya di kamar sendiri atau sekali waktu jika terlupa bersolo sopran di kamar mandi. Suara gak jelas yang decibel sama dengan raungan knalpot, makin matang dan tegas meski tetap lembut. Tudak panjang lebar, shinrei sedikit banyak telah berubah seperti harapan orang tua tercinta. Orang tua mana yang rela anaknya mirip T-Rex yang ganas.

Rossyana…..

Nama mahluk yang sudah mengubah Shinrei seperti sekarang,…

Hari ini adalah pertemuan terakhir dari perjanjian yang telah disepakati, setelah berhari-hari yang berwarna. Meskipun beberapa hari baru dekat dengannya mereka terlihat sudah saling mengenal antara satu dengan lainnya. Masing-masing menyimpan rahasia hingga pertemuan kembali di kampus putih rindang.mengeratkan hati.


“ Kamu jadi berangkat ?”

Shinrei tertawa lepas melihat raut keruhnya. “ Jadilaaaaaah, mank kenapa?”

Rossyana menarik napas. “ Sayang aja….”

“Sayang apa? Sayang aku?”

“Bukan!” muka Rossyana memerah

cerita lalu

Dari kecil aku tahu kalau aku anak hebat, licah, suka dengan hal baru….(pd ya!)
Aku tahu karena orang bilang “kamu akan jadi orang sukses” (Aminnnn). Tapi mereka gx pernah bilang akan sehebat apa aku nanti, apakah aku akan mengalahkan orang yang lebih hebat dariku (Apa aku bisa mengalahkan kecerdasan Einsten, ketenaran Beckamp dan CR 7, ke-brilliant’nan seorang Bill gate) "anganku”.
Seperti biasa aku adalah anak kecil yang suka akan main. I Like football, permainan inilah yang sering aku lakukan dengan teman sebayaku. Tidak sombong juga kalau diantara teman sebayaku dikampung akulah yang paling mahir memainkan bola.
Saat itu di halaman belakang rumah, aku menguasai bola dan memasukkannya ke gawang, hal itu sudah biasa. Aku terkejut, mendadak ada seorang lelaki yang menghadangku yangtampakny dia tidak menyadari kalua aku adalah raja ditempat ini.
Aku merasa tertekan, tergesa-gesa, operan ngawur.
Mulai aku menyalakan semuanya. Salah temanku karena mereka tak mengerti maksudku. Salah pelatihku karena strateginya yang buruk. Yang jelas ini semua bukan salahku “karena aku yang paling hebat”.
Huh, akhirnya sadar juga saat aku melihat wajah di cermin yang tampak seperti aku. Wajah di cermin yang selalu tampak hebat akhirnya punya ruang untuk memperbaiki sebagai pengganti kebencian. Saat itu pula aku sadar dan berhenti menyalakan orang lain. Mulailah permainan kami tampak kompak dan indah.
Dari ini aku mulai mengerti.bahwa aku selalu bergantung pada teman2ku. And now aku lebih menyukai diriku yang lebih baik ini sejak aku tau bahwa aku sangat buruk dalam kehebatanku. Dan lebih baik menjadi diriku sendiri.

Awal Sebuah Pembelajaran

juni 2007
seperti biasa pukul 5 pagi aku bangun, inilah hari baru lagi yang harus aku jalani. Hari ini tiba saatnya dimana aku dan teman2 sekolahku untuk perpisahan yang terakhir kali sebelum diantara kita masing2 akan mengembara jauh untuk mencapai cita2nya.
‘nak ibu tau kalau hari ini adalah hari perpisahan dengan teman2 sekolahmu, itu berarti kamu telah siap untuk memulai perjalanan hidup! Ibu tau perasaanmu pasti campur aduk. Memang saat2 penting dalam hidup itu aneh,jarang sekali terdiri dari satu perasaan. Tapi gx pa2, hal itu akan membantu membuatmu hal yang baik akan menjadi berharga.
Ibu memerlukan waktu yang lama untuk memberikan nasihat yang bijaksana ini, inilah salah satu sulitnya jadi orang tua. Nah akhirnya ibu memutuskan untuk menawarkan sedikit pertanyaan dasar mengenai kehidupan. Ada sebagian orang menjalani hidup tanpa memikirkannya sama sekali. Sayangnya mungkin saat kamu mencari jawaban, kamu akan menemukan sesuatu yang amazing. Sesuatu yang amazing ini tidak jarang akan membuatmu frustasi sesaat kamu mengira telah menemukan jawabannya (yang lebih heran lagi , sampai usia ibu yang sekarang ibu masih belum menemukannya).gpp wez tapi yang paling penting, ibu berharap “bahwa dengan berbagai bagian kecil dari diri dan jiwa yang ibu miliki dapat membantumu untuk menjawab pertanyaan2 yang muncul dalam benakmu”
Siapa?Inilah pertanyaan yang paling penting. Ruangkanlah waktu untuk menemukan dirimu dan jadilah dirimu sendiri. Cobalah untuk jujur,hormat,berbuat baik. Tapi yang paling penting berhati-hatilah, jangan membatasi jati dirimu dengan kepemilikan. Biarkan dirimu mengalir tumbuh dan berkembang. Dan ingatlah selalu bahwa kamu tidak sendirian, kamu memiliki keluarga, teman, dan tentunya Tuhan.
Mengapa? Pertanyaan ini sulit juga,jangan pernah berhenti menanyakan tentang ini. Inilah yang akan membuatmu terus tumbuh. Biarkanlah. Biarkanlah pertanyaan ini membentakmu, menantangmu saat kamu ambil keputusan dan saat kamu nyantai. Biarkan juga berbisik saat kamu lupa siapa kamu. Pengenalan tentang fakta dasar ini dapat menjagamu tetap waras akan dirimu dan memberimu kesempatan untuk petualangan yang lain.



Apa ?
Semula Ibu mengira pertanyaan ini adalah “Apa yang akan kau lakukan”, tapi ibu salah ternyata yang dimaksud adalah “apa yang kau suka?”. Nah mulai sekarang temukan apa yang kau suka dalam dirimu dan lakukan keinginanmu dan galilah potensi apa yang ada dalam dirimu. Kamu boleh melakukan apapun, tapi satu catatan dari ibu jangan sampai apa yang kau perbuat merugikan orang lain dan terutama melenceng dari agama.
Kapan?
Terkadang orang akan terkecoh dengan pertanyaan ini. Ada sesuatu yang sebaiknya dilakukan sekarang tapi tidak di lakukan. Pekerjaan menunda adalah sesuatu yang buruk dan juga akan menambah beban pekerjaan. Tapi tidak juga segala sesuatu itu hari itu harus dikerjakan seketika itu juga tapi juga ada waktunya.
Terakhir “Bagaimana?
Nah untuk hal ini ibu tidak bisa memberimu nasihat. Coba cari jawabannya sendiri. Inilah yang akan kamu jawab dengan caramu sendiri.
Key….good luck honey!!!
Bu Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 itu saatnya aku berangkat ke gedung A yani.
Yo wez hati-hati “sapa ibuku.