Museum Trowulan

Museum ini terletak di wilayah Dusun Trowulan Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Mojokerto. Dapat dicapai menggunakan semua jenis transportasi melalui jalan raya Trowulan.
Museum ini didirikan oleh Kanjeng Adipati Ario Kromojoyo bersama Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1942 dengan tujuan untuk menampung artefak kasil penelitian arkeologi di sekitar trowulan.
Saat ini, museum yang juga dikenal sebagai Balai Penyelamatan Arca memiliki koleksi berbagai temuan di wilayah Jawa Timur. Benda-benda koleksi ini telah di lengkapi dengan keterangan singkat dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
Ruang museum ini terbagi menjadi dua bagian :
  1. Ruang Pamer, digunakan untuk memamerkan artefak berukuran relative kecil. Misal : mata uang, prasasti, alat music, peralataan rumah tangga, dan senjata.
  2. Pendopo, digunakan sebagai tempat pamer artefak berukuran relative berat dan masih seperti arca, relief, kala, yoni, dan lain-lain.
Harga tiket untuk pengunjung pun berbeda. Pengunjung pengunjung anak-anak, pelajar, dan mahasiswa dikenai biaya sebesar Rp 1.000, sedangkan untuk umum dikenai biaya sebesar Rp 2.500. Dan khusus untuk turis asing dikenai biaya sebesar Rp 5.000.Fasilitas lain yang tersedia adalah musholla, taman, perpustakaan, toko souvenir, dan warung-warung atau kafetaria.

Senyum Munafik yg menentramkan hati

Beginning all be fine, and sure all of this will be fine.
Keadaan berubah di awal tahun 200’’. Semua berbalik 180’. Before, never day without smile, all person respect to him. Im not understand they respect to him because credibility or others. He is a wise ‘n smart ‘n all person love to. He never say no to help ‘n assist other people. He prepared to help other with all of capability. And nothing rare he grope pocket in clothes is more big for other people. All he do, because he care to them. Now, he is more quite at home and be alone, never no a sweet smile out from lip, every day he sit and quite at home, just watching news from TV and every morning he just give provisions to the pet he have. He never again sit to talk with the person next door like before, just feel bitter heart. That is reverse with behavior person to him, never no smile expression greeting from person like before. And never no line silaturrahmi like before. Now, just object of ridicule person and smile liar from sweet smooth.


Salute to him,………
Treatment like this not although frown tongue. Treatment like this he respons wint sweet smile from smooth. That’s the matter I like, at home where’s he stay. I never see he smile like previously. He concistent stiff with all of this now. Sometime he fall tears. Suddenly I swallow spittle when he weep in front of me. Inside my heart I talk “what can I do for him?”
Im quite without say at the same time. Listen story of him : he said to me, “ what’s wrong with my self, not one person care to me. All of previously when I give something I never have a request some little but now he response me with like this, maybe that is a reward all of I do for them.

Thank’s God with condition like this I can rest at the place is comfortable ( not warm and cold ) I can enjoyable the food was your give. One more I say thanks to my God you give me healthy continue until now. The reason why I say thanks coZ any conditions at outher is more suffering than me.

More lesson I can from this. One note important “ I must say thanks to God with conditions anything. What’s God give is the best for me”. Important “many person in Indonesian respect without credibility or dedication but he just respect with money he have”.
Keep doit good to other people, surely at your self if the good person will have reward good to.

iRi hAti

wHere yOu came from?

Sometime I feel hate with my self, but actually the case is to material ‘iri hati’ is not so important at all. I try not to but I can’t handle my self. I try t thanks all the things that god give to me. Maybe im not strong to control my mind. Im just boy to try be a good boy. Not me, Every person definite Feel of ‘iri hati’ although more little. Actually, why there is ‘iri hati’ at world. Aaahhhh, I don’t care with all, I hate my self if ‘iri hati’.

What about you sob, iri hati “where came from”?

Keputusan

“Mengapa harus di ambil?”

Mengambil keputusan untuk sebuah perubahan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. And now, aku mengambil sebuah keputusan untuk memberanikan memperbarui diri. Artinya disini “Aku harus menjadi diriku yang kebih baik dari sebelumnya”.
Disini aku mulai berpikir, ternyata diri ini mahluk yang sangat amat kecil dan kotor tak lebih dari tumpukan sampah yang tak berguna. Mending jadi sampah organic masih bisa dimanfaatkan untuk yang lain. Lha ini jadi sampah yang sudah tak bisa dimanfaatkan (recycle) lagi yang bisa dilakukan hanyalah menghanguskannya dari muka bumi ini.


Tidak hanya diri kita, kita yang hanya orang biasa begitu susah untuk mengambil sebuah keputusan. Apalagi seorang pemimpin seperti : Ketua MPR, Presiden,Perdana Menteri,Para menteri, Anggota DPR, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah wes apapun itu yang penting ketua kelompok dari suatu organisasi. Apapun yang menjadi keputusan pemimpin hargai, dan kalau itu memang baik untuk kita pasti semuanya akan baik. Memang, tidak sepenuhnya apa yang menjadi keputusan seorang pemimpin akan menguntungkan kita. Tapi setidaknya berilah mereka apresiasi, mereka mengambil keputusan tentunya demi kebaikan kita semua bukan kebaikan dirinya sendiri. Jika kita sendiri saja tidak memberanikan mengambil keputusan untuk memperbarui diri mengapa kita sering berfikir kalau apa yang kita perbuat dan lakukan sepenuhnya benar dimata orang lain.
Beribu syukur ku panjatkan karena diri yang kotor ini masih diberi kesempatan untuk memperbarui diri. Alhamdulillah ku haturkan pada yang kuasa, dengan adanya niatan yang tulus akan memperbarui diri ada progress lumayan yang kudapatkan.(setidaknya menurut hati kecilku seperti itu)
What About yOu? ……………………
you want repair yOur self to?........................

Dancok Djancok dan Juancook

The meaning of jan**k, I think jan**k adalah representasi pengucapan seseorang yang mengarah keperkataan kasar (berkata kotor). sejauh yang saya ketahui jan**k merupakan bahasa sehari-hari orang etanan (jowo etan), yang menjadi sebuah keheranan tapi nyata, jan**k sudah menjadi sebuah ciri kHas yang membudaya dari masyarakat jawa timur. Orang bilang “jan**k” semua sudah tahu orang ini pasti orang wetanan. Bahkan di di kota-kota besar sekalipun, seperti : Jakarta, Jogjakarta, Makasar, Bali, Lombok, Sumatera, Sulawesi, Kalimatan, Irian Jaya (sabang sampai merauke) hampir seluruh Indonesia tahu “Jan**k” merupakan bahasa ataupun ciri khas dari salah satu wilayah yang ada di Jawa (East Java).
Eksistensi dari kata “jan**k” sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Kata ini tidak pernah tenggelam oleh kecanggihan dan medernisasi teknologi sekarang ini. Sekarang semuanya serba teknologi, tapi kenapa juga harus disertai jan**k, ek : dengan fasilitas SMS (Short Message Services) yang sederhana kita bisa menyampaikan jan**k pada receiver (teman) kita. Inilah salah satu bukti nyata jika jan**k bisa menempatkan diri disegala posisi.



Salute to Jan**k, nilai magis dari kata ini sungguh besar dan kuat sehingga mampu menyihir ke semua kalangan besar-kecil, tua-muda. Saat hati dalam keadaan kesal (sejauh yang saya amati) perkataan yang keluar jan**k, apa-apa jan**k, apa-apa jan**k dan semua itu terasa plong atau semua sesak di dada begitu cepat hilang setelah melafalkan jan**k dengan keras dan mantap. Kalau sudah seperti ini “Apakah jan**k bisa dikatakan sebagai obat penawar kekesalan?”.
Eksistensi jan**k tidak hanya sebatas itu saja. Kita jumpa dengan teman bilang ”hai cok yo’opo kabare cok?”, pada saat telpon juga, seperti yang kita lihat pada cuplikan film animasi suro ‘n boyo, kata pertama yang terucap “*ok” akhir perkataan bilang “*ok” lagi, apa-apa cok apa-apa cok.
Nah, kalau sudah seperti ini apakah jan**k sudah bisa di sejajarkan dengan “say Hi,…” atau “salam”? ataukah kata cok bisa dikatakan sebagai bahasa pelengkap sehari-hari. Sejauh yang saya ketahui, selama belajar sampai saat inipun dalam susunan kaidah bahasa Indonesia tidak ada kata cok sebagai pelengkap kata dalam bahasa. Seharusnya orang yang menemukan kata “jan**k” ini mendapat apresiasi dari guiness world karena kata yang dia temukan terus eksist sampai sekarang.
Jika eksistensi jan**k bisa menyihir orang di seluruh Indonesia, mengapa kita sebagai generasi bangsa yang berilmu tidak menyebarkan virus yang bisa memberikan manfaat banyak pada orang lain, ex : ciptakan sesuatu yang bisa berguna dan bermanfaat buat orang lain. Masa’ kita sebagai generasi yang berpendidikan kalah dengan eksistensi “jan**k”.
Semuanya kembali pada anda semua, yang bisa menilai sebuah kata “Jan**k” itu baik dan buruk, hanya anda yang menentukan. Jika menurut anda “jan**k” sebuah perkataan kotor yang tak pantas di ucapka ya weZ jangan pernah sekalipun mengatakannya.
wHat About yOu?